Isu Penghentian Dibantah, Proyek Jembatan Darurat Anduriang Dipastikan Berlanjut

Isu Penghentian Dibantah, Proyek Jembatan Darurat Anduriang Dipastikan Berlanjut

ANTRE RAKIT- Pengendara sepeda motor menyeberangi aliran sungai dengan menaiki rakit di kawasan Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (6/5/2026).

INDOSBERITA.ID.PADANG – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Darurat Anduriang di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan, meski sempat beredar isu penghentian proyek di tengah masyarakat.

Pemkab menyebut penarikan sementara alat berat dari lokasi bukan merupakan bentuk penghentian pekerjaan, melainkan langkah teknis yang diambil untuk memastikan keselamatan serta menyesuaikan kesepakatan dengan warga setempat.

Sebelumnya, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, telah menginstruksikan Dinas PUPR dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera membangun jembatan darurat pascabencana yang merusak Jembatan Anduriang.

Pemerintah daerah menekankan bahwa pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas agar akses masyarakat tetap terbuka, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Karena itu pemerintah bergerak cepat membangun jembatan darurat agar aktivitas warga kembali normal,” ujar Hendra Aswara, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan, instruksi tersebut telah ditindaklanjuti di lapangan dengan pengerahan dua unit alat berat untuk persiapan pembangunan. Namun, dalam prosesnya muncul sejumlah masukan dari masyarakat terkait titik lokasi pembangunan serta kondisi aliran Sungai Batang Anai.

Kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara pada 6 Mei 2026 menyebutkan bahwa masyarakat Nagari Anduriang mengusulkan agar titik pembangunan jembatan darurat dipindahkan ke bagian tengah jembatan yang sebelumnya rusak.

Pemkab Padang Pariaman menegaskan seluruh proses akan terus dikawal dan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan, tanpa mengabaikan keselamatan warga serta kebutuhan akses transportasi masyarakat sekitar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *