Namun, peluncuran global iQoo Z11 langsung menjadi sorotan karena adanya penurunan spesifikasi pada sektor performa dibandingkan versi China. Pada varian internasional, iQoo Z11 ditenagai chipset Snapdragon 7s Gen 4 dari Qualcomm, berbeda dengan versi China yang menggunakan MediaTek Dimensity 8500.
Perbedaan ini cukup signifikan dari sisi performa berdasarkan sejumlah pengujian. Dalam benchmark AnTuTu 11, Snapdragon 7s Gen 4 mencatat skor sekitar 986.597 poin, sementara Dimensity 8500 mampu mencapai 2.153.969 poin, atau lebih tinggi sekitar 118 persen.
Selisih performa juga terlihat di Geekbench 6, di mana Dimensity 8500 unggul di pengujian single-core maupun multi-core dibandingkan Snapdragon 7s Gen 4. Di sektor gaming, chipset MediaTek tersebut juga jauh lebih kuat dengan skor yang lebih tinggi berdasarkan pengujian NanoReview.
Meski mengalami penurunan performa di versi global, iQoo tampaknya mengandalkan sektor daya sebagai nilai jual utama. iQoo Z11 dibekali baterai berkapasitas besar 9.020 mAh, jauh di atas rata-rata smartphone modern yang umumnya berada di kisaran 5.000 hingga 7.000 mAh.
Menariknya, meski membawa baterai jumbo, perangkat ini tetap memiliki desain yang relatif tipis dengan ketebalan 8,25 mm dan bobot sekitar 213 gram.
Untuk pengisian daya, iQoo Z11 mendukung fast charging 90 watt serta fitur bypass charging yang ditujukan untuk kebutuhan gaming. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi sistem perlindungan baterai untuk menjaga kesehatan penggunaan jangka panjang.
Peluncuran ini menunjukkan strategi iQoo yang menyeimbangkan antara efisiensi daya dan performa, meskipun terdapat perbedaan spesifikasi antara pasar China dan pasar global.