Harga TBS Sawit Dharmasraya Hari Ini Tembus Rp3.972 per Kg, PT AWB Tertinggi

Harga TBS Sawit Dharmasraya Hari Ini Tembus Rp3.972 per Kg, PT AWB Tertinggi

Petani Sawit Indonesia.

INDOSBERITA.ID.DHARMASRAYA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, kembali menunjukkan tren positif. Pada Jumat, 31 Juli 2026, harga tertinggi mencapai Rp3.972 per kilogram. PT AWB menawarkan harga tersebut kepada petani mitra sehingga menjadi pabrik dengan nilai pembelian tertinggi.

Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis daftar harga itu berdasarkan laporan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah setempat. Selain itu, dinas juga mengacu pada Berita Acara Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Barat periode 22–31 Juli 2026.

Rata-rata Harga TBS Capai Rp3.499 per Kilogram

Secara keseluruhan, rata-rata harga TBS di Dharmasraya berada di level Rp3.499 per kilogram.

Sementara itu, PT Incasi Pangian mencatat harga terendah, yaitu Rp3.285 per kilogram. Dengan demikian, selisih harga tertinggi dan terendah pada hari yang sama mencapai Rp687 per kilogram.

Selain harga TBS, PT DSL juga menetapkan harga pembelian brondolan sebesar Rp3.900 per kilogram.

Daftar Harga TBS Non-Mitra

Adapun harga TBS untuk petani non-mitra di sejumlah PKS sebagai berikut:

  • PT HKI: Rp3.500 per kilogram
  • PT DL: Rp3.500 per kilogram
  • PT DSL: Rp3.470 per kilogram
  • PT SMP: Rp3.385 per kilogram
  • PT SAK Timpeh: Rp3.355 per kilogram
  • PT Incasi Pangian: Rp3.310 per kilogram

PT AWB Pimpin Harga TBS Mitra

Untuk kategori petani mitra, PT AWB kembali menempati posisi teratas dengan harga Rp3.972 per kilogram.

Sementara itu, perusahaan lainnya menetapkan harga sebagai berikut:

  • PT HKI: Rp3.500 per kilogram
  • PT DL: Rp3.500 per kilogram
  • PT DSL: Rp3.470 per kilogram
  • PT SMP: Rp3.385 per kilogram
  • PT SAK Timpeh: Rp3.355 per kilogram
  • PT Incasi Pangian: Rp3.310 per kilogram

Namun, PT TKA belum mencantumkan laporan harga TBS dalam pembaruan kali ini.

Petani Perlu Mencermati Pergerakan Harga

Perbedaan harga di setiap PKS menunjukkan bahwa petani perlu mencermati perkembangan pasar sebelum menjual hasil panen. Dengan membandingkan harga antarpabrik, petani dapat memilih pembeli yang menawarkan nilai lebih tinggi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *