Forum Internasional di Uzbekistan, Wamendag Tekankan Pentingnya Aliansi Ekonomi Global

Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri. (Antara/Fikri Yusuf)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti menekankan pentingnya penguatan konektivitas ekonomi lintas kawasan dalam forum bisnis internasional yang digelar di Uzbekistan.
Dalam keterangannya, Roro menyampaikan bahwa Indonesia terus memperluas jejaring kerja sama ekonomi sebagai respons terhadap dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, kolaborasi antarnegara menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
Ia turut mengutip pandangan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperluas relasi internasional, dengan prinsip bahwa membangun banyak mitra jauh lebih menguntungkan dibanding menciptakan konflik.
Forum bertajuk From Uzbekistan to the Gulf and Beyond: Trade Opportunities Business Forum tersebut mempertemukan para pejabat perdagangan, pimpinan kamar dagang, serta pelaku usaha dari berbagai negara. Agenda ini membahas peluang investasi dan penguatan arus perdagangan antarwilayah, khususnya antara Asia Tengah, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
Roro menilai kehadiran berbagai pihak dalam forum tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran global terhadap pentingnya konektivitas ekonomi. Ia juga menyebut Indonesia berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai skema kerja sama perdagangan dan investasi internasional.
Dalam pandangannya, Uzbekistan memiliki posisi strategis sebagai jembatan ekonomi antara Indonesia dan kawasan Asia Tengah yang tengah berkembang pesat. Potensi ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara.
Ia menambahkan, hubungan dagang Indonesia–Uzbekistan menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan yang terus meningkat. Pada 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai sekitar US$ 181 juta, dengan komoditas utama Indonesia meliputi produk makanan olahan, sabun, dan barang manufaktur, sementara impor didominasi pupuk kalium, pulp serat, serta aluminium.
Menurut Roro, penguatan hubungan ekonomi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka perdagangan, tetapi juga memperluas peluang kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua negara.



