DPR Dorong Gaji Guru Naik Jadi Rp5 Juta, Angka Ideal untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani di Gedung DPR, jakarta, Rabu (24/6/2026). (Foto: Inilah.com/Reyhanaah).
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Komisi X DPR RI mendorong pemerintah untuk menaikkan gaji guru hingga minimal Rp5 juta per bulan guna meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang menilai angka tersebut merupakan nominal paling layak berdasarkan perhitungan yang dilakukan pihaknya.
Menurut Lalu, peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi perhatian utama pemerintah mengingat peran strategis mereka dalam membangun kualitas sumber daya manusia nasional.
“Minimal Rp5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru,” kata Lalu kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa gaji guru memang telah mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak bagi para pendidik.
Lalu mengungkapkan bahwa Komisi X DPR terus mengawal upaya pemerintah dalam merumuskan skema penggajian yang lebih baik bagi guru. Menurutnya, kenaikan gaji harus didasarkan pada perhitungan yang realistis dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Selain itu, DPR juga melihat adanya komitmen pemerintah dalam penyusunan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Komitmen tersebut tercermin dari rencana pengalokasian anggaran untuk mendukung kenaikan gaji serta tunjangan guru.
“Walaupun demikian kami di Komisi X tetap mendorong agar gaji guru ini benar-benar naik sesuai dengan perhitungan yang layak,” ujarnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menilai kebocoran anggaran negara menjadi salah satu faktor yang selama ini menghambat peningkatan kesejahteraan aparatur negara, termasuk guru.
Dalam penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026), Prabowo menyebut kebocoran anggaran negara diperkirakan mencapai sekitar 150 miliar dolar AS atau setara Rp2.500 triliun per tahun.
Menurut Presiden, pemerintah saat ini tengah berupaya menekan kebocoran tersebut agar ruang fiskal negara semakin besar dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui perbaikan gaji guru dan pegawai negeri sipil.
Dengan adanya dukungan DPR serta komitmen pemerintah dalam penyusunan anggaran mendatang, harapan peningkatan kesejahteraan guru dinilai semakin terbuka. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kesejahteraan para tenaga pendidik.
Sumber:Inilah.com



