Di Tengah Kasus Korupsi Batu Bara, Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI

Di Tengah Kasus Korupsi Batu Bara, Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI

Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah personel TNI melakukan penjagaan di kediamannya di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026) malam.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pengamanan tersebut. Meski demikian, penjagaan serupa juga pernah terjadi beberapa waktu lalu ketika Febrie menangani sejumlah perkara besar.

Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa personel TNI berjaga di depan gerbang rumah Febrie secara bergantian. Sebagian mengenakan seragam loreng lengkap dengan senjata laras panjang, sementara petugas lain berada di sekitar pos pengamanan yang berdiri di depan rumah.

Akses menuju kawasan rumah juga tampak terbatas. Hanya kendaraan tertentu yang dapat melintas di sekitar lokasi sehingga situasi berlangsung lebih tertutup dibanding hari-hari biasa.

Alumni Jambi yang Berkarier hingga Pucuk Jampidsus

Febrie Adriansyah lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968. Meski lahir di ibu kota, ia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Kota Jambi.

Ia menempuh pendidikan di SD dan SMP di Jambi, kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Kota Jambi. Setelah itu, Febrie meraih gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Jambi sebelum menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Airlangga.

Kariernya di Korps Adhyaksa berkembang melalui berbagai jabatan strategis. Ia pernah bertugas di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Asisten Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, Wakil Kepala Kejati Yogyakarta, Wakil Kepala Kejati DKI Jakarta, Kepala Kejati Nusa Tenggara Timur, Direktur Penyidikan Jampidsus, Kepala Kejati DKI Jakarta, hingga akhirnya dipercaya menjadi Jampidsus pada Januari 2022.

Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Besar

Selama memimpin bidang tindak pidana khusus, Febrie Adriansyah menangani berbagai perkara korupsi bernilai besar. Di antaranya kasus PT Garuda Indonesia, BTS Kominfo, PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, tata niaga timah yang melibatkan PT Timah Tbk, serta sejumlah perkara di sektor perbankan, pertambangan, dan proyek pemerintah.

Saat ini, Kejaksaan Agung juga masih menangani penyidikan dugaan korupsi terkait pasokan batu bara untuk PLTU yang kembali menyita perhatian publik.

Pernah Mengalami Penguntitan

Nama Febrie Adriansyah juga sempat menjadi sorotan pada Mei 2024. Saat itu, tim pengamanan mengamankan seorang anggota Densus 88 Polri yang diduga mengikuti aktivitas Jampidsus di sebuah restoran di Jakarta Selatan.

Informasi yang beredar menyebut anggota tersebut berinisial IM dengan pangkat Bripda. Dugaan penguntitan itu kemudian memicu perhatian publik, meski Kejaksaan Agung tidak banyak memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut.

Polisi Geledah 12 Lokasi

Di sisi lain, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi pada Rabu (8/7/2026). Penyidik melakukan langkah tersebut dalam penyelidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan beberapa perkara, termasuk dugaan korupsi pasokan batu bara PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steel.

Dalam operasi tersebut, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp60 miliar, mata uang asing, berbagai dokumen, serta sejumlah barang bukti lain dari salah satu lokasi penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, Jakarta Selatan.

Baik Kejaksaan Agung maupun aparat penegak hukum lainnya hingga kini masih melanjutkan proses penyidikan. Sementara itu, alasan pengamanan ketat di rumah Jampidsus Febrie Adriansyah masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *