Dana Rp 61 Triliun Kabur dari Bursa! Dompet Investor Aman Gak

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024).Antara
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Tekanan jual dari investor asing masih membayangi pasar saham Indonesia. Pada perdagangan akhir pekan, investor global kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp3,73 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan hingga 7 Juni 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham domestik sejak awal tahun telah mencapai Rp61,36 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap saham Indonesia masih belum sepenuhnya pulih di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan.Dikutip dari Beritasatu
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi arus modal mulai menunjukkan perbaikan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa tekanan yang terjadi pada kuartal pertama tahun ini tidak hanya dirasakan pasar saham, tetapi juga pasar surat berharga negara (SBN).
Pada periode tersebut, baik saham maupun obligasi pemerintah mengalami arus dana keluar. Sebaliknya, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) justru menjadi instrumen yang paling diminati investor asing.
Memasuki kuartal II 2026, tren pergerakan modal mulai berubah. Investor asing tercatat kembali menambah kepemilikan pada instrumen pendapatan tetap, terutama SBN dan SRBI.
Hingga 3 Juni 2026, total arus modal asing yang masuk ke Indonesia selama kuartal II mencapai Rp60,9 triliun. Dari jumlah tersebut, pasar SBN menerima dana masuk sebesar Rp14,4 triliun.
Sementara itu, SRBI menjadi tujuan utama investasi asing dengan nilai aliran dana masuk mencapai Rp70,1 triliun. Di sisi lain, pasar saham masih mencatatkan arus keluar sebesar Rp23,5 triliun selama periode yang sama.
Purbaya menilai perkembangan tersebut mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Walaupun pasar saham masih menghadapi tekanan, penguatan arus masuk ke instrumen keuangan lainnya menunjukkan bahwa investor asing tetap melihat prospek positif terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat iklim investasi agar arus modal asing dapat kembali mendukung pertumbuhan pasar domestik dalam jangka panjang.



