Dadar Gulung Pandan Laris Manis, Kuliner Tradisional yang Makin disukai

Dadar Gulung Pandan Laris Manis, Kuliner Tradisional yang Makin disukai

Jajanan pasar tradisional Dadar Gulung

INDOSBERITA.ID.KULINER – Kue tradisional dadar gulung varian pandan tengah kembali naik daun dan mencuri perhatian masyarakat Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Jajanan pasar berwarna hijau khas dengan isian kelapa manis ini kini tidak hanya mudah ditemui di pasar tradisional, tetapi juga mulai merambah kafe modern, toko kue kekinian, hingga platform penjualan daring.

Fenomena meningkatnya popularitas dadar gulung pandan terlihat jelas dari naiknya permintaan di berbagai daerah, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bahkan mencatat adanya lonjakan penjualan sejak awal tahun 2026.

Secara tradisional, dadar gulung pandan dibuat dari bahan sederhana seperti tepung terigu, telur, santan, dan daun pandan yang berfungsi sebagai pewarna alami sekaligus pemberi aroma khas. Di dalamnya, terdapat isian parutan kelapa yang dimasak dengan gula merah, menghasilkan rasa manis legit yang menjadi ciri khas jajanan ini.

Namun seiring perkembangan tren kuliner, banyak pelaku usaha mulai melakukan inovasi. Variasi isian seperti cokelat, keju, hingga vla susu kini turut dihadirkan untuk menyesuaikan selera generasi muda. Meski demikian, varian klasik tetap menjadi pilihan favorit banyak konsumen.

Menurut sejumlah pedagang, daya tarik utama dadar gulung pandan terletak pada kombinasi aroma dan rasa yang seimbang. Aroma daun pandan yang wangi alami dipadukan dengan manisnya gula merah dan gurihnya kelapa dinilai mampu menghadirkan cita rasa tradisional yang kuat dan autentik.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi digital turut menjadi faktor pendorong popularitas kue ini. Banyak pelaku usaha kini memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan penjualan mereka.

Foto-foto dadar gulung pandan dengan warna hijau cerah dan tampilan rapi kerap menarik perhatian pengguna internet, sehingga mendorong minat beli yang lebih tinggi.

Seorang pelaku UMKM di Bandung, Siti Nurhayati (38), mengaku penjualannya meningkat signifikan sejak memasarkan produknya secara online.

“Awalnya hanya jual di pasar pagi, tapi setelah masuk ke online, pesanan datang dari luar kota. Bahkan ada yang sampai kirim ke luar Jawa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsistensi rasa dan tampilan menjadi kunci penting dalam menjaga loyalitas pelanggan. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga memperhatikan estetika makanan yang mereka konsumsi.

Dengan tren yang terus meningkat, dadar gulung pandan kini tak lagi sekadar jajanan pasar, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari kuliner tradisional yang berhasil beradaptasi di era digital.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *