BEM SI Ultimatum Pemerintah Soal Rupiah, Kapolri Imbau Aksi Damai

BEM SI Ultimatum Pemerintah Soal Rupiah, Kapolri Imbau Aksi Damai

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rakorwas Kompolnas di Ancol, Jakarta, Rabu (10/6/2026)(Febrianto Adi Saputro)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan mahasiswa agar tetap mengedepankan ketertiban dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi di ruang publik, termasuk aksi demonstrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit menanggapi rencana Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang mengancam akan menggelar aksi bertajuk “Reformasi Jilid II” apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah.

“Saya mengimbau agar seluruh kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian pendapat, dilakukan secara tertib dan sesuai aturan yang berlaku,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/6/2026).Dikutip dari Kompas.com

Menurutnya, Polri memiliki komitmen untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

“Kami akan terus mengawal setiap bentuk penyampaian aspirasi agar berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Sebelumnya, BEM SI mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang dinilai terus mengalami tekanan. Dalam tuntutannya, mahasiswa memberikan waktu 18 hari kepada pemerintah untuk merespons dan menyelesaikan persoalan tersebut.

Jika tidak ada langkah yang dianggap memadai, kelompok mahasiswa tersebut menyatakan akan mempertimbangkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan mengusung agenda “Reformasi Jilid II” sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *