Ketegangan Venezuela Picu Lonjakan Harga Emas Dunia

Ilustrasi emas batangan dan perak batangan. (Aneka Logam/Istimewa)
INDOSBERITA.ID.SINGAPURA – Harga emas global menguat tajam pada perdagangan Senin (5/1/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan. Peristiwa tersebut mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Emas spot tercatat melonjak 1,9 persen ke posisi US$ 4.411,14 per ons, menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak Februari menguat lebih tinggi, naik 2,1 persen ke level US$ 4.419,90 per ons.
Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai gejolak politik di Venezuela kembali menghidupkan minat investor terhadap aset lindung nilai. “Ketidakstabilan geopolitik mendorong pelaku pasar mencari perlindungan, dan emas serta perak menjadi tujuan utama dalam kondisi seperti ini,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Penangkapan Maduro oleh otoritas AS dilaporkan terjadi dalam sebuah operasi yang menimbulkan korban sipil. Menyusul kejadian tersebut, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan mengambil alih kepemimpinan sementara, sembari menegaskan bahwa Maduro masih berstatus sebagai presiden sah.
Selain faktor geopolitik, penguatan harga emas juga didorong oleh tren suku bunga global yang lebih rendah, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta arus dana masuk ke produk exchange-traded fund (ETF). Sepanjang 2025, harga emas melonjak sekitar 64 persen, mencatatkan kenaikan tahunan tertinggi sejak 1979. Logam mulia ini bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025.
Kondisi suku bunga rendah dan ketidakpastian global umumnya menguntungkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil namun dinilai aman untuk menjaga nilai aset.
Tak hanya emas, harga perak juga mencatat lonjakan signifikan. Perak spot naik 4,4 persen ke level US$ 75,82 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 83,62 per ons pada 29 Desember lalu. Sepanjang tahun 2025, harga perak melesat hingga 147 persen, menjadi kinerja tahunan terbaik sepanjang sejarah.
Kenaikan tajam perak dipicu statusnya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat serta keterbatasan pasokan di tengah lonjakan permintaan industri dan investasi.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga menguat. Harga platinum spot naik 2,2 persen menjadi US$ 2.190,55 per ons, meski masih di bawah rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.478,50 yang tercapai pekan lalu. Paladium turut menguat 1,8 persen ke level US$ 1.667,45 per ons.
Penguatan serentak logam mulia mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global dalam menyikapi risiko geopolitik dan ekonomi yang terus berkembang.




