Kehadiran Presiden di lokasi pengungsian menjadi simbol empati sekaligus pesan kuat bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Prabowo tampak berbaur dengan para pengungsi, mendengarkan langsung keluhan warga, serta memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa laporan yang diterimanya menunjukkan progres signifikan di lapangan. Ia menegaskan bahwa akses antarwilayah di Tapanuli Selatan telah kembali normal.
“Dilaporkan kepada saya bahwa di Tapsel ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus, yang terisolasi,” ujar Prabowo.
Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan darurat yang dinilai melampaui target waktu normal. Menurutnya, pembangunan infrastruktur darurat tersebut menjadi bukti kerja cepat dan kolaboratif berbagai pihak.
“Biasanya membutuhkan waktu tiga minggu sampai satu bulan, tetapi ini bisa diselesaikan hanya dalam sepuluh hari,” ungkapnya.
Prabowo pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI, Polri, BNPB, kementerian terkait, hingga masyarakat setempat yang turut bergotong royong.
“Saya minta semua lembaga bekerja terus siang malam. Terima kasih para petugas TNI, polisi, BNPB, PU, dan semua pihak yang telah bekerja keras,” tuturnya.
Di hadapan para pengungsi, Presiden juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban bencana. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak maupun hilang, serta memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh.
Malam pergantian tahun di Desa Batu Hula pun menjadi momen penuh makna, ketika harapan baru disambut bersama, dengan keyakinan bahwa negara tidak meninggalkan rakyatnya di tengah cobaan.