Jakarta Utara Kampanyekan Hidup Sehat dan Cegah HIV/AIDS

(Foto: Anita Karyati)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA UTARA – Sekitar 300 unsur masyarakat,yang terdiri dari legislatif, tenaga kesehatan, pendamping, dan komunitas,mengikuti peringatan Hari AIDS Sedunia 2025.
Kegiatan ini di pusatkan di Pemkot Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025), di RPTRA Rasela, Jalan Alur Laut, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja.
Plt Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. “Dukungan ini menjadi bukti bahwa semangat pencegahan HIV/AIDS ditopang oleh semua pihak. Kami juga mengedukasi masyarakat melalui gerakan hidup sehat,” ujarnya.
Fredy mendorong masyarakat lebih terbuka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Puskesmas, karena deteksi dini dinilai krusial. Ia juga mengapresiasi kerja keras pendamping dan tenaga kesehatan yang terlibat. “Jangan sungkan untuk datang ke Puskesmas. Semoga kerja keras semua pihak dapat menekan penyebaran HIV/AIDS di Jakarta Utara,” tuturnya.Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam memperluas edukasi dan menghapus stigma masyarakat terhadap ODHA. Ia menyoroti pentingnya akses obat ARV yang kini tersedia gratis.
“Baru 49 persen warga rutin mengakses obat ARV di Jakarta Utara, sebagian besar karena stigma masih kuat. Edukasi harus diperkuat, terutama bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial seperti berpelukan, berjabat tangan, atau makan bersama,” jelas Charles.
Charles juga menekankan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, memperluas edukasi, dan memastikan setiap warga mendapatkan layanan kesehatan setara tanpa diskriminasi. “Yang harus kita jauhi adalah virusnya, bukan orangnya,” tegasnya.Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasih Hutapea, menambahkan bahwa kegiatan peringatan kali ini meliputi tes HIV, talk show edukatif, pemberian nutrisi untuk anak dengan HIV, serta sembako untuk ODHA.
“Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS dan menghilangkan stigma diskriminasi terhadap ODHA,” ujar Murniasih.




