Dari Hutan ke Sungai: Banjir Tapanuli dan Dampak Deforestasi

Foto sebagai ILUSTRASI: Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO).
Namun, seberapa besar sebenarnya kehilangan hutan di wilayah Sumatera? Data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan gambaran yang cukup memprihatinkan. Selama periode 2021-2022, Aceh kehilangan 5.367 hektare hutan, Sumatera Utara 5.598 hektare, dan Sumatera Barat 5.817 hektare. Angka ini meningkat dibandingkan periode 2020-2021, di mana Aceh kehilangan 2.998 ha dan Sumatera Utara 3.339 ha. Sumatera Barat justru mencatat deforestasi yang sedikit menurun dari 6.797 ha sebelumnya.
Global Forest Watch (GFW), inisiatif World Resources Institute (WRI), memberikan perspektif jangka panjang. Dari 2002 hingga 2024, Aceh kehilangan 320 ribu hektare hutan primer basah, atau sekitar 38 persen dari total kehilangan tutupan pohon di wilayah itu. Secara keseluruhan, Aceh kehilangan 860 ribu hektare tutupan pohon sejak 2001, setara 17 persen dari wilayah tutupan pohon tahun 2000, dan menghasilkan 38–49 Mt emisi CO₂e.
Mayoritas deforestasi di Aceh, yakni 87 persen, terjadi akibat faktor dominan yang mendorong kerusakan hutan, dengan pendorong terbesar adalah permakultur seluas 740 ribu ha. Selain itu, perladangan bergilir juga menyumbang 67 ribu ha sebagai gangguan sementara.
Fakta lain menunjukkan bahwa dari 2021 hingga 2024, sekitar 67 persen kehilangan tutupan pohon terjadi di hutan alam, atau setara 74 ribu ha, yang memicu emisi karbon hingga 49 Mt COâ‚‚e. Data ini menegaskan bahwa kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan lokal, tetapi juga memberi kontribusi signifikan terhadap perubahan iklim global.
Fenomena kayu gelondongan terseret banjir bukan sekadar gambar dramatis dari media sosial. Ia menjadi pengingat nyata bahwa kehilangan hutan bukan angka statistik semata, melainkan ancaman langsung bagi kehidupan masyarakat dan ekosistem Sumatera.
Sumber: Republika




