Kabut Asap Karhutla Ganggu 6 Penerbangan di Bandara Jambi, Batik Air hingga Garuda Terdampak

Kabut Asap Karhutla Ganggu 6 Penerbangan di Bandara Jambi, Batik Air hingga Garuda Terdampak

Bandara Sultan Thaha Jambi.

INDOSBERITA.ID.JAMBI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Sedikitnya enam jadwal pesawat, baik kedatangan maupun keberangkatan, mengalami kendala pada Kamis (1/10/2026).

Jarak pandang yang belum memenuhi kondisi ideal membuat sejumlah maskapai harus menyesuaikan jadwal operasional pesawat. Kondisi ini berdampak pada tiga penerbangan kedatangan dan tiga penerbangan keberangkatan.

Seluruh penerbangan yang mengalami kendala tersebut melayani rute Jakarta-Jambi maupun Jambi-Jakarta.

Tiga Pesawat dari Jakarta Terkendala

Tiga penerbangan yang menuju Jambi mengalami kendala akibat kabut asap. Ketiganya yakni Batik Air ID 6804 dari Jakarta dengan jadwal tiba pukul 10.15 WIB.

Kemudian, Citilink QG 960 dan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta yang masing-masing memiliki jadwal kedatangan pukul 10.25 WIB.

Sementara itu, tiga penerbangan tujuan Jakarta juga menghadapi kendala.

Citilink QG 961 memiliki jadwal keberangkatan pukul 10.55 WIB, disusul Batik Air ID 6805 pukul 11.00 WIB dan Garuda Indonesia GA 127 pukul 11.10 WIB.

Sejumlah Pesawat Masih Beroperasi

Meski kabut asap mengganggu enam jadwal penerbangan, sejumlah pesawat masih dapat menjalankan aktivitas penerbangan pada Kamis pagi.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berhasil lepas landas pukul 06.00 WIB. Sementara itu, pesawat Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep mendarat di Jambi pukul 07.45 WIB.

Pesawat tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kerinci dengan nomor penerbangan SI 7223 pada pukul 08.15 WIB.

Di sisi lain, Super Air Jet IU 974 tujuan Batam yang memiliki jadwal keberangkatan pukul 10.28 WIB sempat tertahan akibat kondisi jarak pandang di sekitar bandara.

Kondisi kabut asap ini membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi harus menyesuaikan situasi cuaca demi mendukung keselamatan operasional pesawat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *