Tak Ingin Jadi Kenangan,Disdik Kerinci Hidupkan Kembali Bahasa Daerah di Sekolah

Foto Ilustrasi ChatGPT Image
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Bahasa daerah menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman dan pola komunikasi generasi muda. Agar tidak sekadar menjadi bagian dari cerita masa lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci mendorong pelestarian bahasa daerah melalui lingkungan sekolah.
Langkah tersebut di wujudkan Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Penyusunan Bahasa Daerah Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keberadaan bahasa daerah, sekaligus mendorong agar bahasa lokal tetap di gunakan, di pahami, dan di kenalkan kepada peserta didik sejak jenjang sekolah dasar.
Bahasa Daerah Tak Boleh Berhenti sebagai Warisan
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Silisman, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Silisman menilai bahasa daerah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menyimpan identitas, sejarah, dan nilai budaya yang di wariskan antargenerasi.
Karena itu, sekolah di nilai memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
“Revitalisasi bahasa daerah bukan hanya tentang mempertahankan penggunaan bahasa, tetapi juga bagaimana bahasa daerah dapat terus hidup, berkembang, dan di kenal oleh generasi penerus melalui lingkungan pendidikan,” ujar Silisman.Rabu 9 September 2026
Menurutnya, pengenalan bahasa daerah sejak usia dini dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus kecintaan peserta didik terhadap budaya daerahnya.
Guru Di dorong Lebih Kreatif Menyusun Materi
Bimtek tersebut tidak hanya berfokus pada pemahaman mengenai pentingnya bahasa daerah. Peserta juga di arahkan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan materi bahasa daerah yang dapat di terapkan dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, peserta di harapkan mampu membawa bahasa daerah ke dalam proses belajar dengan pendekatan yang lebih relevan dan mudah di terima siswa.
Pertukaran pengalaman antar peserta juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Dari proses tersebut, para peserta dapat menemukan strategi baru untuk memperkenalkan bahasa daerah secara lebih menarik di lingkungan sekolah.
Dengan cara itu, pembelajaran bahasa daerah di harapkan tidak terasa sebagai materi yang jauh dari kehidupan siswa. Sebaliknya, bahasa daerah dapat menjadi bagian dari aktivitas belajar yang dekat dengan keseharian mereka.
Menjaga Bahasa Berarti Menjaga Jati Diri
Pelestarian bahasa daerah pada akhirnya bukan hanya persoalan mempertahankan kosakata atau cara berbicara. Lebih jauh, langkah tersebut berkaitan dengan upaya menjaga jati diri dan warisan budaya daerah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berkomitmen untuk terus menjalankan program yang dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan penguatan budaya lokal.
Generasi muda di harapkan tidak hanya tumbuh dengan kemampuan akademik, tetapi juga mengenal akar budaya yang membentuk identitas daerahnya.



