Viral Video Latihan Renang Anak, Pelatih hingga Akuatik Sumsel Merasa Dirugikan

Foto Gemini IA
INDOSBERITA.ID.PALEMBANG — Video latihan renang anak-anak di venue Aquatic Sumatera Selatan, Jakabaring, Kota Palembang, viral di media sosial.
Video itu memuat narasi yang mengarah pada dugaan bullying terhadap salah satu peserta latihan.
Salah satu unggahan menyebut, “Terindikasi Dibully, Murid Baru Dibikin Tidak Betah Saat Les Berenang.”
Narasi tersebut langsung mengundang perhatian warganet.
Ribuan pengguna media sosial ikut memberikan komentar. Mereka juga menyebarkan video tersebut ke berbagai platform.
Pihak terkait menyebut salah satu akun pengunggah menerima lebih dari 8.000 komentar dalam waktu sekitar dua hari.
Video itu juga telah di bagikan lebih dari 11 ribu kali.
Tingginya penyebaran video membuat persoalan tersebut meluas. Kasus yang awalnya terjadi dalam kegiatan latihan anak kini menjadi konsumsi publik.
Sejumlah warganet memberikan dukungan. Sebagian lainnya menyampaikan kritik dan komentar negatif.
Komentar tersebut juga menyasar anak-anak dan pihak yang berkaitan dengan latihan renang.
Kondisi itu kemudian berdampak kepada pelatih dan pengelola Dirga Aquatic Club.
Pengurus Akuatik Indonesia Sumatera Selatan juga ikut mendapat sorotan.
Kuasa Hukum Hormati Perdamaian Orang Tua
Advokat sekaligus Penasihat Hukum Akuatik Indonesia Sumatera Selatan, Miftahul Huda, mengatakan pihaknya menghormati perdamaian para orang tua.
Menurut Miftahul, langkah tersebut menjadi solusi baik bagi anak-anak yang terlibat.
“Kami menghormati perdamaian yang telah di lakukan oleh para orang tua. Namun, persoalannya kini tidak lagi hanya menyangkut hubungan antar-anak,” ujar Miftahul dalam rilisnya, Sabtu (5/9/2026).
Miftahul menjelaskan, video tersebut telah menyebar luas di media sosial.
Narasi yang menyertai video juga ikut membentuk persepsi publik.
Menurutnya, masyarakat dapat menilai kejadian hanya berdasarkan video dan informasi yang beredar.
“Video dan narasi tersebut telah menjadi viral. Salah satu akun bahkan mendapat lebih dari 8.000 komentar dalam sekitar dua hari. Video itu juga telah di bagikan lebih dari 11 ribu kali,” katanya.
Ia menilai penyebaran tersebut membawa persoalan kepada pihak lain.
Pihak lain itu tidak ikut dalam proses perdamaian antarorang tua.
Pelatih dan Pengelola Club Ikut Terdampak
Miftahul mengatakan dampak video viral tidak hanya menyentuh anak-anak dan orang tua.
Pelatih juga ikut mendapat sorotan publik.
Pemilik dan pengelola Dirga Aquatic Club turut merasakan dampaknya.
Pengurus Akuatik Indonesia Sumatera Selatan juga ikut terseret dalam persoalan tersebut.
Kegiatan latihan berlangsung di lingkungan olahraga renang yang berkaitan dengan venue Aquatic Sumatera Selatan.
Miftahul menilai narasi dalam unggahan dapat membentuk persepsi tertentu di tengah masyarakat.
Publik bisa menganggap telah terjadi bullying dalam kegiatan latihan Dirga Aquatic Club.
Padahal, pihaknya meminta masyarakat melihat persoalan secara utuh.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepentingan anak dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Selain itu, pihak-pihak yang ikut terdampak perlu mendapat perhatian secara proporsional.
Sumber:Palpos



