Di Moment HUT RI,327 Napi Lapas IIB Merangin Dapat Remisi

Bupati Merangin serahkan Remisi kepada warga binaan
INDOSBERITA.ID,MERANGIN – Pemerintah Kabupaten Merangin menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan di mulai dari upacara peringatan Hari Ulang Tahun RI,pemberian remisi bagi warga binaan, penghormatan kepada veteran, peluncuran program beasiswa, hingga doa untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, penampilan pelajar dan santri turut menghidupkan suasana perayaan.
327 Warga Binaan Terima Remisi
Sebanyak 327 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko memperoleh remisi umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-1453.PK.03 Tahun 2026 menjadi dasar pemberian remisi tersebut.
Dari total penerima, sebanyak 321 narapidana memperoleh Remisi Umum I berupa pengurangan masa tahanan. Sementara itu, enam narapidana memperoleh Remisi Umum II sehingga mereka dapat langsung menghirup udara bebas.
Pemkab Merangin kemudian menyerahkan remisi secara simbolis kepada sejumlah perwakilan warga binaan.
Dua Veteran Merangin Mendapat Penghargaan
Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi Pemkab Merangin untuk mengenang jasa para pejuang bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyerahkan cenderamata kepada dua veteran asal Merangin, M. Taher Toha dan Subari.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para veteran dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dengan penghormatan tersebut, peringatan HUT RI tidak hanya menghadirkan kemeriahan. Namun, kegiatan itu juga mengajak masyarakat mengingat kembali jasa generasi terdahulu.
Beasiswa S1 dan S2 Dibuka untuk Generasi Muda
Selain remisi dan penghargaan veteran, Pemkab Merangin meluncurkan program beasiswa pendidikan jenjang S1 dan S2.
Program tersebut menyasar putra-putri Merangin yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Bupati Merangin menandai peluncuran program dengan melepas balon ke udara.
Program beasiswa dan bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026 itu sejalan dengan visi dan misi Bupati Merangin periode 2025–2030 melalui konsep BARU, yakni Berdaya Saing, Akuntabel, Reformis, dan Unggul.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Merangin.
Pelajar dan Santri Tampilkan Seni
Kemeriahan HUT RI ke-81 semakin terasa melalui penampilan seni dan musik dari pelajar serta santri.
Paduan suara gabungan membawakan sejumlah lagu kebangsaan. Sebanyak 37 santriwati Ponpes Al-Munawaroh Bangko, 52 siswi SMP Negeri 1 Merangin, dan 50 siswi SMP Negeri 4 Merangin ikut dalam penampilan tersebut.
Ponpes Al-Munawaroh Bangko tampil bersama Ustaz David Hermanto, Lc., dengan pendamping Ustaz Romi dan Ustazah Reti.
Sementara itu, SMP Negeri 1 Merangin tampil bersama Kepala Sekolah Ismalinda, S.Pd. Tim pelatih terdiri atas Sorta Sinaga, S.Pd., Eva Yulinda, S.Pd., dan Winda Lasmawaty, S.Pd.
Kemudian, SMP Negeri 4 Merangin tampil bersama Kepala Sekolah Ragil Tri Minerva, S.Pd. Mirnayati, S.Pd. dan Haratua Simatupang, S.Pd. mendampingi para siswa dalam latihan.
Suara Cita Voice Hadirkan Medley Nusantara
Pertunjukan berikutnya menghadirkan grup vokal Suara Cita Voice bersama Dwi Jambi. Keduanya membawakan Medley Nusantara dengan aransemen Dwi Handoko, S.Sn., M.Sn.Gr.
Antin Cansulistyowati, S.STP. membina penampilan tersebut. Tujuh penyanyi muda tampil dalam pertunjukan itu, yakni Muhammad Alif Hernando, Nur Kumalasari, Bilqis Aura Husna, Tifani Ghesalla, Intan Raya Ramadhani, Kezia Aurelly Putri, dan Hibatullah Al-Hakim.
Setelah itu, Marching Band Gita Widyatama SMP Negeri 1 Merangin ikut menghibur peserta upacara dengan penampilan energik.
Doa Bersama untuk Korban Gempa NTT
Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Merangin kemudian berakhir dengan doa bersama.
Para peserta menundukkan kepala sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia. Pada saat yang sama, mereka mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Doa bersama itu membawa harapan bagi para korban agar mendapat keselamatan, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah.



