Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam Scorpene,Pacu Kemandirian Alutsista

Indonesia Mulai Produksi Kapal Selam Scorpene,Pacu Kemandirian Alutsista

Indonesia semakin dekat mewujudkan kemandirian dalam pembangunan kapal selam modern. Melalui prosesi first steel cutting, PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan kapal selam kelas Scorpene dengan dukungan transfer teknologi dari Naval Group, Prancis. Prosesi first steel cutting menandai dimulainya pembangunan fisik kapal selam Scorpene yang akan diproduksi di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya. (Beritasatu.com/Agung Dharma Putra).

INDOSBERITA.ID.SURABAYA – Indonesia mulai memasuki babak baru dalam pengembangan industri kapal selam. PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan kapal selam kelas Scorpene melalui prosesi first steel cutting di galangan kapal PT PAL, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Proyek ini melibatkan Naval Group dari Prancis melalui skema transfer teknologi. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya Indonesia meningkatkan kemampuan industri pertahanan. Kerja sama ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dari luar negeri.

Pembangunan Scorpene Ditargetkan Rampung Delapan Tahun

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pembangunan kapal selam Scorpene di mulai setelah kontrak berjalan efektif selama 12 bulan.

PT PAL menargetkan proyek strategis tersebut selesai dalam 96 bulan atau sekitar delapan tahun.

“Modernisasi alutsista strategis merupakan kebutuhan yang harus di laksanakan secara berkelanjutan,” kata Muhammad Ali.

Menurutnya, pembangunan Scorpene menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemampuan pertahanan bawah laut TNI Angkatan Laut. Kapal selam tersebut juga membawa teknologi yang lebih modern di bandingkan varian yang telah di gunakan sejumlah negara.

“Pembangunan kapal selam Scorpene menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut, sekaligus menandai di mulainya pembangunan fisik kapal selam yang di harapkan mampu memperkuat kemampuan pertahanan bawah laut TNI Angkatan Laut,” ujarnya.Di Kutip dari Beritasatu

Program tersebut kini menunjukkan perkembangan signifikan. Progres pembangunan kapal selam Scorpene telah mencapai sekitar 20,5 persen.

Transfer Teknologi Perkuat SDM Indonesia

PT PAL juga menyiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk mengerjakan proyek tersebut. Putra-putri terbaik bangsa akan terlibat langsung dalam proses pembangunan dengan dukungan keahlian dan teknologi dari Naval Group.

Transfer teknologi menjadi salah satu aspek utama dalam kerja sama Indonesia dan Prancis. Program tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian kapal selam.

Proyek ini juga meningkatkan kemampuan tenaga ahli dan industri pertahanan nasional. Penguasaan teknologi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan industri kapal selam secara bertahap.

Muhammad Ali menegaskan proyek Scorpene memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menambah alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL.

“Pembangunan kapal selam Scorpene tidak hanya berorientasi pada peningkatan kekuatan pertahanan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan Indonesia,” tegasnya.

PT PAL Perkuat Industri Kapal Selam Nasional

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebut first steel cutting sebagai tonggak penting dalam kerja sama industri pertahanan Indonesia dan Prancis.

Menurut Kaharuddin, kolaborasi dengan Naval Group memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penguasaan teknologi kapal selam.

“Kerja sama ini tidak hanya menghasilkan kapal selam, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan peningkatan kemampuan SDM nasional,” ujar Kaharuddin.

PT PAL menargetkan kerja sama tersebut mampu memperkuat fondasi industri kapal selam nasional. Penguasaan teknologi modern dan peningkatan kompetensi tenaga ahli akan menjadi modal bagi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan pertahanan secara bertahap.

Dengan di mulainya pembangunan Scorpene, Indonesia tidak hanya mengejar kekuatan armada bawah laut. Proyek ini juga membuka jalan bagi penguasaan teknologi strategis dan penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *