Belajar Makin Interaktif, Batang Hari Hadirkan Papan Digital di Hampir Semua Sekolah

Belajar Makin Interaktif, Batang Hari Hadirkan Papan Digital di Hampir Semua Sekolah

Siswa SDN Pondok Jagung 4, saat belajar menggunakan papan interaktif digital yang telah di terima bantuan dari presiden Prabowo.(Randy/Tangerang Ekspres)–

INDOSBERITA.ID.BATANG HARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari terus mendorong digitalisasi pendidikan dengan menghadirkan papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di hampir seluruh sekolah dasar dan menengah pertama. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di ruang kelas.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Arawan, mengatakan hingga pertengahan 2026 sebanyak 218 Sekolah Dasar (SD) dan 62 Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah memanfaatkan perangkat tersebut.

“Hampir semua sekolah kita sudah mendapat IFP. Untuk SD sudah 218 sekolah dan SMP sebanyak 62 sekolah, sehingga cakupannya sudah mendekati 100 persen,” kata Arawan, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, dinas mulai mendistribusikan perangkat digital itu secara serentak sejak tahun lalu. Setiap sekolah penerima langsung memasang dan memanfaatkan IFP sebagai media pembelajaran di kelas.

“Tahun lalu kami mengirim seluruh perangkat ke sekolah-sekolah penerima. Sekarang perangkat itu sudah terpasang dan dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.Dikutip dari Tribunjambi

Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih menyelesaikan pendataan digitalisasi sekolah. Pendataan tersebut bertujuan memetakan satuan pendidikan yang belum memiliki papan interaktif agar dapat masuk dalam program pengadaan berikutnya.

“Tahun ini kami fokus menyelesaikan pendataan akhir untuk memastikan sekolah yang belum memperoleh perangkat bisa segera kami petakan,” jelasnya.

Arawan berharap kehadiran papan interaktif digital mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Ia juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kemampuan mengoperasikan perangkat tersebut agar pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami siswa.

“Guru harus semakin percaya diri menggunakan teknologi dalam mengajar. Dengan begitu, siswa akan lebih antusias, lebih termotivasi, dan lebih siap menghadapi perkembangan dunia pendidikan berbasis digital,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *