Perundingan Iran-AS Berantakan, Teheran Tinggalkan Meja Negosiasi
oleh Asep Sanjaya ·

Bendera Iran – Amerika
Pertemuan kedua negara berlangsung di kawasan resor pegunungan Buergenstock, Swiss tengah, dan bertujuan membahas implementasi memorandum of understanding (MoU) yang sebelumnya disepakati sebagai pijakan menuju perjanjian final.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa delegasi Iran menghentikan pembicaraan beberapa saat setelah pernyataan Trump dinilai sebagai ancaman langsung terhadap Republik Islam tersebut.
“Perundingan itu dihentikan beberapa menit lalu,” kata sumber yang dekat dengan delegasi Iran, seperti dikutip Tasnim.
Media pemerintah Iran, Press TV, juga melaporkan bahwa delegasi Teheran telah menyampaikan keberatan secara langsung kepada pihak AS. Saat ini, mereka disebut tengah mengevaluasi situasi guna menentukan langkah yang akan diambil sebagai respons atas ancaman Washington.
Ketegangan meningkat setelah Trump melalui platform Truth Social mendesak Iran untuk menghentikan aktivitas kelompok proksi yang menurutnya beroperasi di Lebanon.
“Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras,” tulis Trump.
Ancaman tersebut langsung ditanggapi Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang memimpin delegasi negaranya di Swiss. Ia menegaskan bahwa militer Iran berada dalam kondisi siap menghadapi segala kemungkinan.
“Mereka harus berhati-hati dengan pernyataan mereka. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak,” ujar Ghalibaf.
Perundingan di Swiss berfokus pada pelaksanaan Paragraf 13 dalam MoU Iran-AS yang baru ditandatangani. Ketentuan tersebut dipandang sebagai fondasi bagi dimulainya negosiasi menuju kesepakatan permanen.
Menurut kantor berita Fars, anggota delegasi Iran Hossein Ghorbanzadeh mengungkapkan bahwa MoU mencakup sejumlah poin penting, antara lain penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon, pencabutan blokade angkatan laut AS, pembukaan kembali Selat Hormuz, pelonggaran ekspor minyak Iran, serta pembebasan aset Iran yang selama ini dibekukan.



