Pengiriman sistem persenjataan ini direncanakan mulai berlangsung pada 2027. Program tersebut menjadi bagian dari langkah militer Amerika Serikat untuk menghadirkan kemampuan serangan jarak jauh dengan biaya lebih efisien dan proses produksi yang lebih cepat dibanding rudal jelajah konvensional.
SLB-500M dirancang sebagai rudal jelajah ringan dengan panjang sekitar 3,9 meter dan diameter 22 sentimeter. Meski membawa hulu ledak relatif kecil, yakni sekitar 45 kilogram, rudal ini tetap mampu menyerang sasaran penting secara presisi pada jarak hingga 500 mil laut atau sekitar 926 kilometer.
Rudal tersebut menggunakan mesin turbojet mini dan dilengkapi booster roket padat yang dapat dilepas setelah peluncuran. Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 0,7 Mach, cukup untuk menjalankan misi serangan terhadap berbagai target strategis.
Target yang dapat disasar antara lain pusat komando, radar pertahanan udara, peluncur rudal bergerak, gudang bahan bakar, depot amunisi, perangkat peperangan elektronik, hingga sasaran maritim dan pesisir terbuka.
Salah satu keunggulan utama SLB-500M terletak pada sistem penyimpanannya. Rudal ini ditempatkan dalam kontainer ISO standar 20 kaki yang mampu membawa hingga 16 amunisi sekaligus. Desain tersebut memudahkan distribusi menggunakan pesawat angkut, helikopter, maupun kendaraan darat sehingga dapat ditempatkan dengan cepat di wilayah terpencil.
Dalam konsep operasionalnya, SLB-500M diposisikan sebagai solusi di antara roket artileri MLRS dan rudal jelajah kelas berat. Selain menawarkan jangkauan serangan yang jauh, biaya produksinya juga jauh lebih rendah, dengan harga per unit diperkirakan sekitar 216 ribu dolar AS.