Kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan banjir yang kerap melanda Desa Tanjung Bojo, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air meningkat. Infrastruktur box culvert yang sedang dibangun diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Anwar Sadat mengatakan pembangunan box culvert menjadi langkah penting untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi saluran pembuangan air sebelumnya dinilai kurang optimal sehingga menyebabkan banjir ketika hujan deras terjadi.
“Pembangunan ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir di Desa Tanjung Bojo dan meningkatkan kelancaran aliran air,” ujar Bupati saat meninjau lokasi pekerjaan.
Ia menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proses pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari.
Bupati berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di jalur nasional tersebut.
Selain berfungsi mengatasi banjir, pembangunan drainase dan saluran air dinilai penting untuk menjaga konektivitas Jalan Lintas Timur Jambi–Riau yang menjadi jalur utama mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa.
Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Kepala Desa Tanjung Bojo.