Serangan Amien Rais ke Seskab dan Presiden Disorot, Dinilai Bukan Sekadar Kritik

Serangan Amien Rais ke Seskab dan Presiden Disorot, Dinilai Bukan Sekadar Kritik

Kredit Foto: Instagram Amien Rais

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pernyataan Amien Rais dalam sebuah video yang beredar di ruang publik memicu perbincangan hangat. Isi pernyataan tersebut tidak hanya mengkritik Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, tetapi juga turut menyeret Presiden Prabowo Subianto ke dalam sorotan.

Aktivis perempuan Mubha Kahar Muang menilai, dinamika ini perlu disikapi secara hati-hati. Ia memandang bahwa pernyataan tersebut memiliki potensi sebagai langkah komunikasi yang disengaja untuk memancing tanggapan luas, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/5/2026), Mubha mengingatkan bahwa respons yang tidak terukur justru bisa memperbesar dampak dari pernyataan tersebut. Menurutnya, reaksi emosional berisiko dimanfaatkan untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintah, seolah-olah tidak memberi ruang bagi kritik.

Ia juga menyoroti latar belakang Amien Rais sebagai figur senior dalam politik nasional. Dengan pengalaman panjang tersebut, Mubha menilai penyampaian kritik seharusnya mencerminkan kedewasaan dan keteladanan.

“Pernyataan seperti ini berpotensi memicu kegaduhan jika tidak disikapi dengan bijak. Ada kesan bahwa efek yang ditimbulkan memang menjadi bagian dari tujuan,” ujarnya.dikutip dari gelora

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sebelumnya Amien Rais beberapa kali melontarkan wacana terkait pergantian posisi Seskab Teddy Indra Wijaya. Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya konsistensi sikap yang patut dicermati dalam konteks yang lebih luas.

Mubha pun mengajak semua pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan bahwa langkah terbaik saat ini adalah mengedepankan sikap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi.

“Menahan diri adalah kunci. Respons berlebihan hanya akan memperpanjang polemik dan memperkeruh keadaan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat agar tetap rasional dalam menyikapi isu yang berkembang. Menurutnya, stabilitas publik harus menjadi prioritas dibandingkan keterlibatan dalam perdebatan yang berpotensi memecah perhatian.

“Yang terpenting adalah menjaga kewarasan bersama, bukan sekadar memenangkan perdebatan sesaat,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *