Pemkot Sungai Penuh, DPD RI, dan OJK Bahas Masa Depan UMKM

 Pemkot Sungai Penuh, DPD RI, dan OJK Bahas Masa Depan UMKM

Wali Kota Alfin Sambut DPD RI dan OJK, Fokus Tingkatkan Literasi Keuangan UMKM

INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Suasana berbeda tampak di ruang kerja Wali Kota Sungai Penuh, Selasa (5/5). Bukan sekadar pertemuan formal, diskusi antara Wali Kota Alfin, SH, Anggota DPD RI, dan jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi berkembang menjadi ruang gagasan tentang masa depan UMKM yang lebih berdaya.

Pertemuan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Sekretaris Daerah Alpian, para kepala OPD, hingga perwakilan lembaga keuangan seperti OJK, Bursa Efek Indonesia perwakilan Jambi, Bank Jambi, dan PNM Mekar. Namun yang menarik, fokus pembahasan tidak berhenti pada program, melainkan pada perubahan cara pandang terhadap UMKM itu sendiri.

UMKM Tak Lagi Sekadar Bertahan
Dalam diskusi, muncul semangat baru: mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi mampu “naik kelas”. Artinya, pelaku usaha didorong untuk lebih adaptif, memahami sistem keuangan, hingga berani mengakses pembiayaan formal.

Kepala OJK Provinsi Jambi menekankan bahwa literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Tanpa pemahaman yang baik, pelaku UMKM akan sulit berkembang di tengah persaingan yang semakin kompleks.

Edukasi Jadi Kunci Perubahan
Alih-alih hanya menawarkan bantuan modal, pendekatan yang dibahas dalam pertemuan ini justru menitikberatkan pada edukasi berkelanjutan. Pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola keuangan, membaca peluang pasar, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat pengembangan usaha.

Langkah ini dinilai lebih berdampak jangka panjang, karena menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

Kolaborasi yang Lebih Hidup
Wali Kota Alfin melihat pertemuan ini sebagai awal dari kolaborasi yang lebih “hidup”, bukan sekadar kerja sama di atas kertas. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjadi penghubung antara pelaku usaha dan lembaga keuangan.

“Yang kita bangun bukan hanya program, tetapi ekosistem. Ketika UMKM didampingi, diberi akses, dan dipahami kebutuhannya, maka mereka akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Harapan Baru dari Sungai Penuh
Pertemuan ini seolah menjadi titik awal gerakan baru bagi UMKM di Sungai Penuh. Dengan dukungan lintas sektor, harapan besar muncul agar pelaku usaha lokal mampu bersaing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga lebih luas.

Jika langkah ini konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin Sungai Penuh akan melahirkan UMKM unggulan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah di masa depan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *