Di Jambi, harga Pertamax Turbo kini berada di angka Rp20.350 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex naik menjadi Rp28.500 per liter dan Dexlite dibanderol Rp26.600 per liter. Untuk jenis BBM lain, harga Pertamax tercatat Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.
Penyesuaian ini menjadi kenaikan kedua dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Sebelumnya, Pertamina juga telah menaikkan harga BBM nonsubsidi pada pertengahan April 2026, seiring tekanan pasar energi global.
Kenaikan harga ini tidak terlepas dari situasi geopolitik internasional, terutama dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu penutupan Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga gangguan di kawasan itu berdampak langsung pada harga energi global.
Secara nasional, harga BBM nonsubsidi menunjukkan variasi di tiap daerah. Wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jambi memiliki harga yang relatif sama untuk beberapa jenis BBM. Namun, daerah seperti Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat harga yang sedikit lebih tinggi.
Sementara itu, kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam memiliki harga yang lebih rendah untuk beberapa jenis BBM, dipengaruhi oleh kebijakan khusus di wilayah perdagangan bebas.
Kondisi ini diperkirakan masih akan dinamis mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan stabilitas geopolitik global dalam beberapa waktu ke depan.