Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Majene Tekun Belajar Al-Qur’an

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Majene Tekun Belajar Al-Qur’an

Bangun Karakter Religius, Rutan Majene Gelar Pembelajaran Al-Qur’an.

INDOSBERITA.ID.MAJENE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene terus mengintensifkan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan belajar membaca Al-Qur’an yang dikemas dalam kelas Iqra, yang berlangsung di Masjid Raudhatul Ikhsan, Senin (27/4/2026).

Program ini diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan kemampuan beragam, mulai dari tingkat pemula hingga lanjutan. Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari pembina kepribadian serta peserta magang nasional yang turut terlibat dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, tetapi juga membentuk sikap religius sebagai bekal perubahan diri.

Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberikan nilai positif selama menjalani masa pidana.

Ia juga menekankan bahwa penguatan nilai keagamaan dapat menjadi bekal penting saat warga binaan kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, salah satu peserta magang, Nisya, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia melihat langsung semangat belajar warga binaan yang tinggi dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Antusiasme tersebut, menurutnya, terlihat dari kesungguhan peserta yang terus berlatih dan tidak ragu untuk bertanya demi memahami bacaan dengan benar.

Hal senada disampaikan oleh salah satu warga binaan, Uppi, yang merasakan manfaat dari program tersebut. Ia mengaku kini lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur’an dibanding sebelumnya.

Melalui kegiatan ini, Rutan Majene berharap warga binaan tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *