Dari Sidoarjo, Polygon Sepeda Lokal yang Mendunia

Sepeda Polygon. Foto: Instagram.com/polygonbikes
INDOSBERITA.ID.JAWA TIMUR – Di tengah persaingan industri sepeda global yang semakin ketat, nama Polygon justru kian bersinar. Merek sepeda asal Indonesia ini berhasil menembus pasar internasional dan bersaing dengan brand-brand besar dunia, dari Australia hingga Amerika Serikat.
Diproduksi oleh PT Insera Sena di Sidoarjo, Jawa Timur, Polygon tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga bukti bahwa produk lokal mampu bersaing secara global. Keberhasilan ini tidak datang begitu saja strategi inovasi dan kualitas menjadi kunci utama.
Founder & Owner Good Ride Bike Cafe, Adhi Pratama, menilai Polygon unggul karena berani menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan pesaingnya.
“Kalau dikomparasi, saya lebih memilih Polygon. Mereka berani menggabungkan frame lokal dengan part-part berkualitas tinggi, tapi harganya tetap terjangkau,” ujarnya.
Salah satu contoh yang disorot adalah seri Polygon Siskiu untuk kategori enduro. Sepeda ini tersedia mulai dari kisaran Rp7 juta, sementara versi kompetisinya dijual sekitar Rp20–22 juta. Padahal, jika dihitung berdasarkan komponen yang digunakan, nilainya bisa mencapai lebih dari Rp40 juta.
Strategi “bundling pintar” ini membuat Polygon semakin diminati, baik oleh pemula maupun atlet profesional. Tidak hanya itu, seluruh komponen penting seperti sistem pengereman, pedal, hingga perpindahan gigi dipastikan menggunakan part berkualitas tinggi.
Popularitas Polygon juga semakin terdongkrak lewat kiprahnya di ajang internasional. Brand ini aktif mensponsori atlet dunia yang berlaga di berbagai kompetisi bergengsi, termasuk event ekstrem seperti Red Bull Rampage. Bahkan, sepeda seri Polygon N9 pernah digunakan untuk meraih prestasi di kategori downhill freestyle.




