Mbappe Bantah Dokter Real Madrid Salah Tangani Lutut

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe merayakan gol. (AP/Antonio Calanni)
INDOSBERITA.ID.SPORT – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya angkat bicara untuk menepis spekulasi mengenai penanganan cederanya oleh tim medis klub. Striker Prancis itu menegaskan bahwa tidak ada kesalahan dalam diagnosis awal cedera lutut yang dialaminya.
Pernyataan Mbappe disampaikan menjelang laga persahabatan antara Prancis dan Brasil. Ia menegaskan kabar yang menyebut dokter Real Madrid keliru memeriksa lututnya adalah informasi yang salah. “Informasi yang menyatakan dokter Real Madrid salah memeriksa lutut saya sepenuhnya salah,” ujar Mbappe dari Boston, AS, dikutip Kamis (26/3/2026).
Mbappe juga mengakui bahwa sikap diamnya selama ini ikut berkontribusi pada berkembangnya “badai opini publik”. Ia menyebut komunikasi dengan Real Madrid selalu jelas dan merasa lega bisa kembali fokus pada sepak bola. “Dengan Real, kami selalu memiliki komunikasi yang jelas. Saya senang saya merasa baik-baik saja lagi dan dapat terus bersemangat tentang sepak bola,” katanya.
Meski demikian, sejumlah laporan media menunjukkan bahwa kondisi yang dialami Mbappe tidak sesederhana itu. Cedera bermula saat ia mengalami masalah lutut melawan Celta Vigo pada 8 Desember 2025. Saluran televisi Prancis, RMC Sport, pada Rabu (25/3/2026) melaporkan dugaan kesalahan diagnosis dokter Real Madrid, yang disebut menafsirkan MRI lutut kanan yang sehat, alih-alih lutut kiri yang bermasalah.
Akibat dugaan kesalahan ini, Mbappe terus bermain meski menahan nyeri, termasuk saat melawan Deportivo Alaves, Talavera, dan Sevilla. Bahkan, ia sempat menyamai rekor 59 gol Cristiano Ronaldo dalam kondisi cedera. Real Madrid baru secara resmi mengumumkan cedera lutut kiri Mbappe pada 31 Desember 2025. Ternyata, ia mengalami robekan kecil pada ligamen krusiatum posterior, yang membutuhkan waktu pemulihan minimal tiga minggu.
Buntut dari krisis cedera yang melibatkan Mbappe dan pemain lain, Real Madrid memutuskan memecat seluruh staf medis pada Januari 2026. Laporan RMC Sport menyebut keputusan tersebut terkait diagnosis yang buruk terhadap lutut Mbappe.
Rasa frustrasi Mbappe semakin memuncak setelah berkonsultasi dengan ahli bedah terkemuka di Lyon, Prancis, yang menyatakan bahwa penanganan medis Real Madrid tidak efektif. Kini, proses pemulihan di bawah pengawasan tim medis Prancis mulai menunjukkan hasil positif. Mbappe memilih tidak menjalani operasi dan fokus pada rencana rehabilitasi otot.
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, tetap berhati-hati menilai kondisi Mbappe menjelang laga persahabatan. Meski begitu, striker 27 tahun itu optimistis bisa kembali tampil maksimal di lapangan.




