Prabowo Tegaskan Investasi Wajib Hilirisasi

Prabowo Subianto. (Antara/Muhammad Adimaja)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kebijakan investasi nasional yang kini lebih ketat dan berfokus pada hilirisasi industri. Pemerintah tetap membuka pintu bagi investor asing, namun dengan syarat utama membangun fasilitas pengolahan di dalam negeri.
Kebijakan ini muncul di tengah dinamika kerja sama ekonomi global, termasuk komunikasi dengan Amerika Serikat. Pemerintah ingin memastikan setiap investasi yang masuk mampu menciptakan nilai tambah dan tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.
Menurut Prabowo, pengolahan sumber daya alam di dalam negeri menjadi kunci untuk memperkuat struktur industri nasional. Ia menegaskan praktik ekspor bahan mentah tanpa proses lanjutan tidak lagi menjadi pilihan dalam kebijakan ekonomi Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan bahwa pengelolaan mineral strategis harus mengikuti mekanisme harga pasar internasional. Pendekatan ini dinilai penting agar Indonesia memperoleh nilai ekonomi yang adil dari komoditas unggulan.
Prabowo mencontohkan kerja sama jangka panjang dengan Freeport Indonesia sebagai model kemitraan yang tetap memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Meski terbuka terhadap investor, pemerintah menekankan bahwa seluruh aktivitas pertambangan wajib tunduk pada aturan nasional.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap investasi asing tidak hanya membawa modal, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan industri dalam negeri. Hilirisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.




