Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.886 per Dolar AS

Ilustrasi. Foto: Dok MI
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Mata uang Garuda turun 23 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp16.886 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.863 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi berbagai sentimen global, terutama perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta dinamika dolar AS.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat rupiah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. Meski demikian, tekanan terhadap rupiah masih relatif terbatas karena sebagian kekhawatiran pasar terkait eskalasi konflik di Timur Tengah mulai mereda.
Amru menjelaskan, meredanya ketegangan tersebut memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat meski hanya dalam rentang terbatas. Selain itu, koreksi pada indeks dolar AS (DXY) setelah sebelumnya mengalami penguatan juga membantu menopang pergerakan rupiah.
Di sisi lain, pelaku pasar global masih menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.
Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari kondisi konsumsi masyarakat yang masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dilaporkan oleh Bank Indonesia.
Amru menambahkan, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai kebijakan stabilisasi di pasar valuta asing turut membantu menahan volatilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Adapun kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama tercatat menguat ke level Rp16.867 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.979 per dolar AS.(Zr)




