Tim BKKPN Selidiki Kasus Paus Terdampar di Rote Ndao

Tim BKKPN Selidiki Kasus Paus Terdampar di Rote Ndao

Warga menyaksikan sejumlah paus yang terdampar di perairan Rote Ndao. ANTARA/HO-BKKPN.

INDOSBERITA.ID.KUPANG – Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang mengirim tim ke Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk memeriksa kasus terdamparnya sejumlah paus sejak Senin (9/3).

Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi mengatakan tim diterjunkan untuk memastikan jenis serta jumlah pasti mamalia laut yang terdampar di kawasan tersebut.

Menurut laporan awal dari Lanal Rote Ndao, jumlah paus yang terdampar disebut mencapai sekitar 50 ekor. Namun, BKKPN menilai angka tersebut masih perlu diverifikasi di lapangan.

“Jumlah 50 ekor kemungkinan terlalu besar. Tim saat ini masih melakukan identifikasi,” ujar Imam di Kupang, Selasa.

Dari temuan sementara, tercatat 11 ekor paus sudah ditemukan dalam kondisi mati di pesisir pantai. Sementara beberapa ekor lainnya masih hidup, tetapi mengalami luka dan berada dalam kondisi kritis.

Peristiwa ini juga menarik perhatian warga sekitar yang datang ke lokasi untuk melihat langsung paus-paus yang terdampar di bibir pantai.

BKKPN Kupang juga berkoordinasi dengan dokter hewan di Rote Ndao untuk melakukan pemeriksaan nekropsi guna mengetahui penyebab kematian maupun terdamparnya mamalia laut tersebut.

Hingga kini penyebab pasti peristiwa itu masih belum diketahui. Saat pertama kali ditemukan, nelayan dan warga setempat sempat berupaya menggiring paus kembali ke laut yang lebih dalam, namun usaha tersebut mengalami kesulitan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *