Indonesia Dukung Sinergi Pariwisata ASEAN di ATF 2026

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat jumpa pers akhir tahun Kementerian Pariwisata di gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (16/12/2025). (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menyerukan penguatan kerja sama lintas negara ASEAN guna mewujudkan sektor pariwisata kawasan yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. Seruan tersebut disampaikan dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2026 yang berlangsung di Cebu, Filipina.
Dalam forum tersebut, Widiyanti menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap pelaksanaan ATF 2026, termasuk komitmen mengadopsi ASEAN Tourism Sectoral Plan (ATSP) 2026–2030 sebagai kerangka strategis pengembangan pariwisata regional. Peta jalan ini dirancang untuk mendorong pariwisata yang inklusif, berdaya saing, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Menurut Widiyanti, pariwisata ASEAN memiliki peran strategis sebagai kekuatan kolektif bagi negara-negara anggotanya. Kawasan ini dinilai bukan hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga motor pertumbuhan yang mendorong kunjungan berulang dan inovasi pengalaman wisata.
“ASEAN merupakan pasar terdekat sekaligus pusat pertumbuhan pariwisata yang membuka peluang bersama bagi seluruh negara anggota,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).
Sementara itu, Menteri Pariwisata Filipina Christina Garcia Frasco membacakan pidato Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. Dalam pidatonya, Presiden Marcos menekankan pentingnya pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, serta perannya sebagai penggerak ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Pariwisata yang inklusif akan memberdayakan masyarakat, dan kebijakan yang dijalankan secara bijak akan menjamin keberlanjutan,” ujar Presiden Marcos.
Pesan tersebut selaras dengan semangat ATSP 2026–2030 yang menjadi landasan utama penyelenggaraan ATF 2026. Rencana strategis ini menitikberatkan pada pertumbuhan pariwisata yang inovatif, ramah lingkungan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal.
ATF 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema “Navigating Our Tourism Future, Together”, yang mengajak negara-negara ASEAN dan mitra untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pariwisata kawasan. Tema ini merefleksikan lima pilar utama ATSP, meliputi ketangguhan sektor pariwisata, penguatan sumber daya manusia, kemudahan dan aksesibilitas perjalanan, digitalisasi dan diversifikasi produk serta pasar, serta pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Melalui forum ini, Filipina mendorong negara-negara ASEAN untuk mempererat kolaborasi demi menciptakan pertumbuhan pariwisata regional yang lebih berkualitas dan kompetitif. Sejalan dengan hal tersebut, Widiyanti menyatakan optimisme bahwa sinergi yang kuat antarnegara akan membawa pariwisata ASEAN menuju masa depan yang lebih solid dan berkelanjutan.
“Kita perlu terus berjalan bersama untuk membangun pariwisata ASEAN yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Widiyanti.




