Para jemaah akan diberangkatkan dalam tujuh kelompok terbang (kloter) sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pembagian kloter ini dilakukan untuk memastikan proses perjalanan berjalan tertib dan lancar.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Banten, Samsudin, menyampaikan bahwa seluruh persiapan kini telah memasuki tahap akhir. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat demi mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
“Persiapan keberangkatan sudah hampir rampung. Kami memastikan seluruh jemaah dapat berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Pemerintah membagi jadwal keberangkatan ke dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April dan 2 Mei 2026, sementara gelombang kedua akan diberangkatkan pada 12, 13, 17, dan 19 Mei 2026.
Selain pengaturan jadwal, berbagai aspek lain juga menjadi perhatian, seperti pemeriksaan kesehatan, kelengkapan dokumen perjalanan, serta pembekalan manasik haji. Hal ini dilakukan agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan mandiri.
Tahun ini juga menjadi momen penting dengan mulai digunakannya Grand El-Hajj Asrama Haji Banten di Cipondoh sebagai embarkasi resmi. Fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah proses keberangkatan serta mengurangi waktu tempuh jemaah menuju bandara.
Pihak penyelenggara pun mengimbau seluruh calon jemaah untuk menjaga kesehatan dan kondisi fisik menjelang keberangkatan, mengingat cuaca di Arab Saudi yang diperkirakan cukup ekstrem.