Waspada! Sungai Penuh Catat 53 Kasus Gigitan Hewan hingga Oktober 2026

Foto Ilustrasi
INDOSBERITA.ID, SUNGAI PENUH – Interaksi dengan hewan peliharaan perlu mendapat perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Kota Sungai Penuh mencatat 53 kasus gigitan hewan terhadap manusia. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat mendekati atau menyentuh hewan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Aries Armen, meminta masyarakat tidak mengganggu hewan peliharaan, terutama ketika hewan menunjukkan tanda-tanda ketakutan, gelisah, atau agresif.
Menurut Aries, masyarakat perlu memahami perilaku hewan sebelum berinteraksi. Sikap ceroboh atau tindakan yang membuat hewan merasa terancam dapat memicu gigitan dan membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengganggu hewan peliharaan dan tidak memaksakan diri untuk berinteraksi. Jika hewan menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman atau agresif, sebaiknya jaga jarak dan hindari tindakan yang dapat memicu gigitan,” Ujar Aries.Rabu 21 Oktober 2026
Aries menyebutkan, sepanjang 2025, Kota Sungai Penuh mencatat 75 kasus gigitan hewan. Sementara itu, selama Januari hingga Oktober 2026, jumlahnya mencapai 53 kasus.
Untuk mengurangi risiko gigitan, masyarakat perlu berhati-hati ketika mendekati hewan yang tidak dikenal. Warga juga sebaiknya tidak mengganggu hewan saat makan atau ketika menjaga anaknya.
Selain itu, pemilik hewan perlu memperhatikan perilaku dan kondisi hewan peliharaan agar tidak membahayakan orang di sekitarnya.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan membangun kebiasaan berinteraksi dengan hewan secara aman.
Dengan memahami perilaku hewan dan tidak memaksakan kontak, warga dapat membantu mencegah gigitan serta menjaga keselamatan bersama.




