Tinggalkan Pemusatan Latihan Tanpa Izin, Cristiano Ronaldo Didenda dan Dilarang Main 30 Hari

Ronaldo Tersandung Masalah Disiplin, Portugal Berharap Sang Kapten Segera Kembali
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Cristiano Ronaldo menghadapi sanksi disiplin setelah meninggalkan pemusatan latihan tim nasional Portugal tanpa izin. Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menjatuhkan larangan bermain selama 30 hari dan denda sebesar 255 euro kepada megabintang berusia 41 tahun tersebut.Di Kutip dari Berita Satu
Meski demikian, hukuman itu belum menutup peluang Ronaldo untuk kembali memperkuat Portugal pada November 2026. Kapten Selecao das Quinas tersebut masih berpeluang tampil jika pelatih Jorge Jesus kembali memasukkan namanya ke dalam skuad.
Ronaldo Langgar Aturan Disiplin Portugal
Dikutip dari AS, Senin (19/10/2026), FPF mengambil keputusan tersebut setelah menyelidiki tindakan Ronaldo yang meninggalkan skuad lebih awal atas inisiatif sendiri. Federasi menilai tindakan itu melanggar aturan disiplin internal.
Sebelumnya, Ronaldo menghadapi ancaman absen dari seluruh agenda internasional Portugal pada November. Namun, hukuman selama 30 hari masih memberinya kesempatan untuk kembali membela negaranya setelah menjalani skorsing.
Portugal menjadwalkan pertandingan melawan Denmark pada 14 November 2026. Laga tersebut berpotensi menjadi momentum kembalinya CR7 ke lapangan bersama tim nasional.
Hubungan dengan Jorge Jesus Jadi Penentu
Berakhirnya masa hukuman tidak otomatis menjamin Ronaldo kembali mengenakan seragam Portugal. Hubungannya dengan pelatih Jorge Jesus turut menentukan kelanjutan karier internasional sang pemain.
Ronaldo sebelumnya mengirim surat kepada Jesus untuk menjelaskan keputusannya meninggalkan pemusatan latihan. Dalam surat tersebut, ia menyatakan kesediaannya menerima sanksi disiplin atas tindakannya.
Kini, Ronaldo perlu menentukan langkah selanjutnya, sementara Jesus memegang kewenangan untuk memilih pemain yang masuk dalam skuad Portugal. Kedua pihak perlu mencari jalan keluar agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.
Pengalaman dan kemampuan Ronaldo dalam mencetak gol masih menjadi modal berharga bagi lini depan Portugal. Kehadirannya juga dapat memberikan pengalaman tambahan ketika tim menghadapi pertandingan penting.
Presiden FPF Berharap CR7 Kembali
Presiden FPF, Pedro Proença, berupaya meredakan ketegangan antara Ronaldo dan tim nasional. Ia menegaskan bahwa federasi masih ingin melihat sang kapten kembali memperkuat Portugal.
“Ini adalah saatnya untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Kami semua sedang duduk bersama untuk mencari jalan keluar. Ada keinginan besar untuk membawa kapten kami kembali,” ujar Proença dalam sebuah acara di Porto.
Proença juga menyebut Jorge Jesus memiliki keinginan yang sama untuk membawa Ronaldo kembali ke tim nasional. Pernyataan tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk memperbaiki hubungan.
Meski demikian, kepastian kembalinya CR7 masih bergantung pada keputusan pelatih dan perkembangan hubungan antara sang pemain dengan federasi. Para pendukung Portugal kini menanti apakah Ronaldo akan kembali memperkuat negaranya pada November mendatang.




