Tak Hanya Alam, Ulah Manusia Juga Menjadi Risiko Banjir Bandang di Kerinci

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci Dedi Andrizal
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama banjir bandang yang kerap melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kerinci.
Dimana Kabupaten Kerinci diketahui memiliki beberapa titik rawan banjir, terutama saat curah hujan meningkat. Selain faktor alam, kondisi ini juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, mengungkapkan bahwa beberapa wilayah yang berpotensi terdampak banjir bandang baru-baru ini di antaranya Desa Tangkil serta sejumlah desa di Kecamatan Siulak.
“Wilayah-wilayah ini perlu mendapat perhatian lebih, terutama saat intensitas hujan tinggi dalam waktu lama,biasanya yang sering banjir rumah warga di bantaran sungai batang merao sekarang tidak lagi,” ujarnya.Kamis 02 April 2026.
Ia menegaskan bahwa potensi banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca, tetapi juga aktivitas manusia. Penebangan hutan secara liar, pembuangan sampah ke dalam drainase, hingga pembangunan yang mempersempit aliran air menjadi faktor yang memperparah risiko bencana.
Dedi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sebagai langkah awal pencegahan bencana. Menurutnya, upaya sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian hutan dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi risiko banjir.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca serta segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda bencana di lingkungan masing-masing.
BPBD Kabupaten Kerinci berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim penghujan berlangsung.




