Pencanangan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi tata kelola desa, dari yang sebelumnya berbasis kebiasaan, menjadi berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Sungai Penuh, Dianda Putra, bersama Kepala BPS, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Camat Sungai Bungkal, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Sungai Bungkal.
Dalam sambutannya, Dianda Putra menegaskan bahwa data kini menjadi elemen kunci dalam menentukan arah pembangunan. Ia menilai desa tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan konvensional tanpa dukungan informasi yang valid.
“Program Desa Cantik ini menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar berbasis data, bukan sekadar asumsi,” tegasnya.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi Sensus Ekonomi oleh Iwan Z serta pemaparan implementasi Desa Cantik oleh Roro Tenty. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya pengelolaan data sektoral desa, mulai dari pemetaan potensi ekonomi hingga penyusunan profil sosial masyarakat secara komprehensif.
Program Desa Cantik sendiri dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data. Dengan kemampuan tersebut, desa diharapkan mampu menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata.
Melalui langkah ini, Kota Sungai Penuh menargetkan lahirnya desa-desa yang tidak hanya mandiri secara administratif, tetapi juga cerdas dalam membaca dan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.