Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Resmi Dimulai Juni 2026, Kuota 100 Ribu Unit

Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Resmi Dimulai Juni 2026, Kuota 100 Ribu Unit

realisasikan 21.801 motor listrik Emmo untuk operasional MBG. Intip spesifikasi varian trail & matik-jambi-independent-Emmo

INDOSBERITA.ID.JAMBI – Pemerintah akan kembali menggulirkan program bantuan pembelian kendaraan listrik roda dua mulai awal Juni 2026. Melalui kebijakan terbaru ini, masyarakat berkesempatan memperoleh subsidi sebesar Rp5 juta untuk setiap unit motor listrik yang memenuhi syarat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyampaikan bahwa program tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Kementerian Perindustrian guna mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, pelaksanaan program ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni agar dapat memberikan dampak positif terhadap penjualan industri otomotif listrik hingga akhir tahun 2026.

Pada tahap awal, pemerintah menyediakan kuota subsidi untuk 100.000 unit motor listrik. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding program sebelumnya yang memberikan bantuan Rp7 juta per unit pada periode 2023–2025.

Meski nilai subsidinya berkurang, pemerintah yakin minat masyarakat terhadap kendaraan listrik tetap tinggi karena harga motor menjadi lebih terjangkau. Sebagai contoh, motor listrik dengan harga Rp15 juta nantinya bisa dibeli sekitar Rp10 juta setelah potongan subsidi diberikan.

Selain kendaraan roda dua, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi mobil listrik dengan kuota awal yang sama, yakni 100.000 unit.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menegaskan bahwa program subsidi akan tetap mengacu pada aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Artinya, hanya kendaraan listrik dengan kandungan lokal tertentu yang dapat memperoleh bantuan pemerintah.

Sejumlah merek motor listrik yang diperkirakan masuk dalam daftar penerima subsidi antara lain Gesits, Alva, Selis, dan United E-Motor.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan kendaraan listrik nasional, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak serta menekan beban subsidi energi negara dalam jangka panjang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *