Rupiah Tersungkur di Awal Perdagangan, Sentuh Rp17.367 per Dolar AS

Rupiah Tersungkur di Awal Perdagangan, Sentuh Rp17.367 per Dolar AS

Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (6/11/2024). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu ditutup melemah 84 poin atau 0,53 persen menjadi Rp15.833 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.749 per dolar AS.

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di zona merah pada awal perdagangan Jumat (8/5/2026). Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya mata uang Garuda sempat mencatat penguatan tipis.

Mengacu pada data perdagangan pasar spot, rupiah pada pukul 09.15 WIB tercatat turun 34 poin atau sekitar 0,20 persen ke posisi Rp17.367 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia pada pagi ini terpantau bervariasi. Sejumlah mata uang mengalami tekanan terhadap dolar AS, sementara lainnya masih mampu menguat tipis.

Yen Jepang tercatat melemah 0,01 persen. Won Korea Selatan juga turun cukup dalam sebesar 0,54 persen, diikuti peso Filipina yang terkoreksi 0,11 persen serta ringgit Malaysia melemah 0,17 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih menunjukkan penguatan. Dolar Singapura naik 0,02 persen, dolar Hong Kong menguat 0,04 persen, sedangkan rupe India mencatat kenaikan tertinggi di kawasan dengan penguatan 0,38 persen.

Adapun yuan China turun 0,04 persen, sementara baht Thailand bergerak naik tipis sebesar 0,03 persen.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Meski demikian, ia memperkirakan mata uang domestik memiliki peluang untuk ditutup menguat terbatas.

Menurut proyeksinya, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS pada akhir perdagangan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *