Pulo Kambing Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Ayam Petelur

Pulo Kambing Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Ayam Petelur

Ilustrasi peternak ayam (Beritasatu.com/Anis Firmanyah)

INDOSBERITA.ID.TAPAKTUAN – Gampong Pulo Kambing, Kecamatan Kluet Utara, menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan desa melalui program peternakan ayam petelur yang dikelola berbasis Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Di kandang sederhana, 400 ekor ayam petelur mampu menghasilkan rata-rata 387 butir telur setiap hari. Bagi masyarakat desa, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sumber ekonomi yang stabil dan berdampak langsung.

Program yang dibiayai dana Bumdes ini menjadi contoh nyata perubahan pembangunan desa, dari administrasi semata menjadi produktif dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Sekretaris Camat Kluet Utara, Fadhil Ermijal, yang meninjau langsung program tersebut bersama Babinsa, menyatakan optimisme terhadap keberhasilan inisiatif ini. Menurutnya, pengelolaan dana desa melalui sektor produktif seperti peternakan merupakan strategi ekonomi yang efektif.

“Ini strategi ekonomi desa yang hidup. Dana Bumdes dikelola dan hasilnya kembali ke masyarakat. Model seperti ini yang kita butuhkan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Keuchik Pulo Kambing, Sudirman, menegaskan program ayam petelur lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar ide. Ia menyoroti bahwa program ini tidak hanya fokus pada produksi telur, tetapi juga memperkuat ekonomi warga serta memenuhi kebutuhan pangan lokal.

“Bumdes harus benar-benar dirasakan manfaatnya. Program ini menjadi salah satu langkah nyata ke arah itu,” kata Sudirman.

Ketua BUMG, Tengku Mus, menjelaskan bahwa produksi telur saat ini sudah mulai mencukupi kebutuhan lokal. Dengan hampir 400 butir telur per hari, desa mampu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Produksi kita stabil, dan harga bisa lebih terjangkau bagi masyarakat. Ini langkah kecil, tetapi dampaknya besar,” jelasnya.

Kehadiran Babinsa Serda Saeful Anwar dalam program ini menunjukkan pengawalan dan perhatian serius terhadap ketahanan pangan desa. Program tersebut diharapkan berjalan aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Desa Pulo Kambing membuktikan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari proyek besar. Dari kandang sederhana, lahir kekuatan ekonomi baru yang nyata, produktif, dan berkelanjutan bagi warga desa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *