Popularitas Labubu Meredup, Kekayaan Bos Pop Mart Menyusut

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Fenomena boneka Labubu yang sempat mendunia pada Agustus lalu membuat Wang Ning, pengusaha mainan asal China, melampaui kekayaan Jack Ma. Namun memasuki akhir 2025, kondisi tersebut berbalik.

Seiring munculnya kekhawatiran analis terhadap keberlanjutan popularitas Labubu, kekayaan Wang Ning mengalami penurunan tajam. Berdasarkan laporan Forbes, Wang kehilangan sekitar USD 11,3 miliar sepanjang tahun ini.

Saat ini, CEO dan Chairman Pop Mart International Group tersebut masih memiliki kekayaan sekitar USD 16,2 miliar. Sebagian besar hartanya berasal dari saham Pop Mart yang tercatat di Bursa Hong Kong. Namun, saham perusahaan itu telah turun sekitar 40 persen sejak mencapai puncaknya pada Agustus lalu.

Penurunan nilai saham ini membuat posisi Wang Ning kembali berada di bawah Jack Ma dalam daftar orang terkaya di China.

Analis Morningstar, Jeff Zhang, menilai Pop Mart akan menghadapi tantangan pada tahun mendatang. Pertumbuhan pendapatan perusahaan diperkirakan hanya sekitar 30 persen, jauh di bawah proyeksi awal.

Selain itu, permintaan Labubu di pasar China dan luar negeri mulai melemah. Harga jual kembali boneka tersebut di pasar sekunder juga mengalami penurunan, menandakan minat konsumen yang mulai berkurang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tren mainan viral seperti Labubu memiliki risiko penurunan cepat, yang dapat berdampak langsung pada kinerja perusahaan dan kekayaan pemiliknya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *