Pelatih Baru Gladbach Punya Filosofi Mirip Timnas Indonesia, Kevin Diks Diuntungkan

Pelatih Baru Gladbach Punya Filosofi Mirip Timnas Indonesia, Kevin Diks Diuntungkan

Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mendapatkan pelatih baru di Borussia Moenchengladbach,

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Bek Timnas Indonesia Kevin Diks segera menghadapi tantangan baru bersama Borussia Moenchengladbach. Sepulang dari jeda internasional, Diks akan bekerja di bawah arahan Alexander Blessin.

Moenchengladbach menunjuk Blessin sebagai pelatih anyar setelah klub tersebut terpuruk di dasar klasemen Bundesliga. Die Fohlen mengumumkan penunjukan itu melalui laman resmi klub pada Selasa (22/9/2026).

Blessin menggantikan Eugen Polanski yang meninggalkan kursi pelatih pada Minggu (13/9/2026). Pelatih berusia 53 tahun itu menandatangani kontrak bersama Gladbach hingga 2028.

“Alexander Blessin adalah pelatih kepala baru Borussia Moenchengladbach,” tulis pengumuman resmi klub.

Gladbach juga menjadwalkan perkenalan Blessin dalam konferensi pers di Borussia-Park, Rabu (23/9/2026).

Blessin Bawa Filosofi Gegenpressing

Blessin memiliki perjalanan karier yang kuat di lingkungan kepelatihan Red Bull. Ia menangani tim U-17 dan U-19 RB Leipzig pada periode 2012-2020.

Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan Ralf Rangnick. Sosok yang dikenal sebagai salah satu penggagas filosofi gegenpressing di sepak bola Jerman itu turut memengaruhi pendekatan Blessin.

Kini, Blessin mendapat tugas besar. Ia harus mengangkat Gladbach yang belum mengoleksi poin di Bundesliga musim ini.

Kevin Diks pun akan mendapat kesempatan mempelajari langsung filosofi permainan sang pelatih baru.

Formasi Blessin Mirip Sistem Timnas Indonesia

Menariknya, pendekatan Blessin memiliki kemiripan dengan sistem yang kerap digunakan Timnas Indonesia di bawah John Herdman.

Blessin mengandalkan tiga bek sentral dalam membangun permainan. Herdman juga sering menggunakan pola 3-4-3, 3-5-2, atau 5-3-2 bersama Timnas Indonesia.

Kedua pendekatan tersebut menempatkan lini belakang sebagai fondasi permainan. Sistem itu juga memberi ruang kepada pemain sayap untuk bergerak cepat saat tim membangun serangan.

Bagi Kevin Diks, situasi tersebut dapat membuka peluang untuk memperkaya pengalamannya sebagai bek dalam sistem tiga pemain belakang.

Kevin Diks Bisa Dapat Pengalaman Baru

Blessin tidak menjadikan penguasaan bola sebagai tujuan utama. Ia lebih mengutamakan efektivitas saat tim menguasai bola.

Pelatih asal Jerman itu juga menekankan respons cepat setelah tim kehilangan bola. Para pemain harus segera menekan lawan dan memanfaatkan ruang yang terbuka.

Pendekatan tersebut mengandalkan kecepatan, reaksi, serta kemampuan membaca ruang.

Kevin Diks bisa memanfaatkan periode baru ini untuk memperdalam perannya dalam sistem tiga bek. Pengalaman bersama Blessin juga berpotensi menambah variasi permainan Diks ketika kembali memperkuat Timnas Indonesia.

Tantangan pertama Diks bersama pelatih anyar Gladbach pun menarik untuk dinantikan. Ia tidak hanya harus beradaptasi dengan ide permainan baru, tetapi juga membantu klub keluar dari tekanan di Bundesliga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *