Merangin Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Makanan Tambahan Anak Stunting

Foto Ilustrasi
INDOSBERITA.ID, MERANGIN – Pemerintah Kabupaten Merangin menyiapkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk menyediakan makanan tambahan bagi anak-anak yang mengalami stunting. Bupati Merangin, M. Syukur, meminta agar dana tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang membutuhkan.
Komitmen itu di sampaikan dalam Rapat Koordinasi Penguatan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Merangin Tahun 2026 di Aula Depati Payung Bappeda, Selasa (13/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat penanganan stunting. Sebab, upaya ini tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah kecamatan hingga desa dan kelurahan.
759 Anak Tercatat Mengalami Stunting
Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Merangin tercatat sebesar 2,83 persen, dengan jumlah kasus mencapai 759 anak.
Menurutnya, luas wilayah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program. Kabupaten Merangin memiliki 205 desa dan 10 kelurahan, jumlah desa terbanyak di antara kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
“Dinas Kesehatan telah menyediakan makanan tambahan untuk anak-anak yang tergolong stunting. Dan Pak Bupati sudah mengalokasikan dana ini cukup besar, kurang lebih 1,8 miliar. Nah, ini untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar A. Khafidh.
Bupati Minta Anggaran Tepat Sasaran
Bupati M. Syukur menegaskan, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh pihak diminta mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi agar program berjalan efektif.
Ia juga meminta evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan. Evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Merangin terus mengalami perbaikan.
“Ini bukan masalah pemerintah daerah tapi masalah kita bersama. Kita harus menghilangkan ego sektoral dan memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi ibu hamil, bayi, dan balita di Kabupaten Merangin,” tegasnya.
Camat hingga Kepala Desa Di libatkan
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Pemkab Merangin meminta para camat meningkatkan koordinasi dengan kepala puskesmas, kepolisian sektor (Polsek), dan komando rayon militer (Koramil) di wilayah masing-masing.
Kolaborasi tersebut di harapkan membantu mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus mempercepat pendampingan terhadap keluarga yang membutuhkan perhatian.
Selain itu, kepala desa dan lurah di minta mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk mendukung penanganan stunting. Pemerintah desa juga perlu memperkuat peran Rumah Desa Sehat serta mendampingi keluarga berisiko stunting melalui kegiatan Posyandu.
Penanganan Stunting Butuh Kerja Bersama
Melalui langkah tersebut, Pemkab Merangin berharap anggaran yang di siapkan tidak sekadar menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan tambahan asupan gizi.




