LPS Soroti Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah

Ketua LPS Anggito Abimanyu di Investor Daily Round Table (Beritasatu/David)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkan masih adanya sejumlah hambatan besar dalam pengembangan ekonomi syariah nasional pada 2026. Ia menyebut setidaknya ada tiga tantangan utama yang perlu segera diatasi agar sektor ini dapat tumbuh optimal.
Tantangan tersebut meliputi tingginya minat masyarakat terhadap produk syariah yang belum diimbangi ketersediaan pasokan, keterbatasan ragam produk halal, serta peran regulator yang dinilai belum sepenuhnya maksimal dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah.
“Jumlah penduduk Muslim Indonesia mencapai sekitar 87 persen, sehingga permintaan produk ekonomi syariah sangat besar. Tantangannya ada di sisi pasokan yang masih belum memadai,” ujar Anggito saat menghadiri Investor Daily Round Table bertema Ekonomi Syariah: Pilar Stabilitas Ekonomi di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan minat masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, asuransi syariah, pembiayaan halal, hingga produk industri makanan dan fesyen halal belum diikuti dengan kapasitas produksi dan distribusi yang cukup luas. Kondisi ini membuat potensi ekonomi syariah belum sepenuhnya tergarap.
Menurut Anggito, penguatan sisi suplai harus menjadi agenda prioritas pemerintah agar ekonomi syariah dapat berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang lebih kuat dari regulator. Pemerintah dinilai perlu memberikan ruang dan insentif yang lebih besar bagi pelaku usaha syariah, baik melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan, maupun perluasan pasar.
“Permintaannya sudah jelas besar. Sekarang tugas kita adalah memperkuat pasokan dan memastikan pemerintah hadir memberikan keberpihakan agar ekonomi syariah bisa tumbuh lebih cepat dan konsisten,” tutup Anggito.




