Lopetegui Akui Indonesia Makin Berkembang, Qatar Ketar-ketir Hadapi Garuda di Piala Asia 2027

Qatar dan Indonesia Satu Grup, Lopetegui Sebut Persaingan Bakal Ketat.
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Timnas Indonesia mulai mendapat perhatian serius dari calon lawan di Piala Asia 2027. Pelatih Timnas Qatar, Julen Lopetegui, mengakui perkembangan skuad Garuda dan menilai persaingan grup yang mereka hadapi tidak akan berjalan mudah.
Lopetegui menyadari Qatar harus bekerja keras untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di putaran final Piala Asia 2027. Ia menilai Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga Qatar tidak bisa menganggap remeh kekuatan tim asuhan John Herdman.
Menurut Lopetegui, persaingan di grup akan berlangsung ketat. Jepang menjadi tim yang paling diunggulkan, sementara Indonesia dan Thailand juga memiliki potensi memberikan kejutan.
“Kami optimistis, tetapi juga memahami kualitas lawan dan kami bermain di grup yang sangat sulit,” ujar Lopetegui.
Ia menambahkan, “Jepang adalah favorit utama, Indonesia telah banyak berkembang, begitu pula Thailand. Ini akan menjadi grup yang sulit dan seimbang. Sekarang kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Qatar melihat Indonesia sebagai lawan yang patut diperhitungkan. Meski demikian, pengakuan Lopetegui tidak serta-merta berarti Qatar takut kepada Indonesia, melainkan menunjukkan kewaspadaan terhadap persaingan yang semakin ketat.
John Herdman Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Di kubu Indonesia, John Herdman memiliki ambisi besar untuk membawa skuad Garuda melangkah lebih jauh di Piala Asia 2027 yang berlangsung di Arab Saudi.
Indonesia sebelumnya mencatat sejarah dengan menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 di bawah asuhan Shin Tae-yong. Kini, Herdman berpeluang melanjutkan pencapaian tersebut sekaligus membangun tim yang lebih kompetitif.
Pelatih asal Kanada itu memahami bahwa turnamen besar selalu menghadirkan tantangan dan kejutan. Karena itu, ia ingin memastikan para pemain Indonesia memiliki kesiapan mental, kualitas permainan, dan kepercayaan diri untuk bersaing dengan tim-tim kuat Asia.
Herdman juga membuka peluang memperkuat skuad melalui pemantauan pemain yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang ke level internasional.
“Kami memiliki Mees Hilgers, Miliano Jonathans, Marselino Ferdinan. Kami juga terus memantau beberapa pemain yang kami harapkan bisa menjadi bagian dari tim ini,” kata Herdman.
Ia bahkan berharap Indonesia mampu menemukan pemain dengan kualitas seperti Alphonso Davies, pemain asal Kanada yang dikenal karena kecepatan dan kemampuannya bermain di level tertinggi.
“Saya menonton pertandingan liga lokal untuk melihat pemain-pemain mana yang bisa berkembang dan naik ke level berikutnya. Saya benar-benar berharap kami bisa menciptakan sosok seperti Alphonso Davies versi Indonesia,” imbuhnya.
Persiapan Garuda Jadi Kunci
Ambisi besar tersebut tentu membutuhkan persiapan yang matang. Indonesia perlu memaksimalkan agenda pertandingan internasional, meningkatkan koordinasi antarpemain, serta memperkuat kedalaman skuad sebelum menghadapi persaingan di putaran final.
Laga persahabatan melawan Yordania yang di jadwalkan pada 13 November mendatang, sesuai agenda yang di sebutkan, dapat menjadi salah satu kesempatan untuk menguji perkembangan permainan Garuda.
Namun, hasil pertandingan semata tidak cukup untuk mengukur kesiapan Indonesia. Konsistensi permainan, efektivitas penyelesaian akhir, dan kemampuan menghadapi tekanan juga akan menjadi faktor penting.
Dengan persaingan yang di prediksi berlangsung ketat, Indonesia harus membuktikan bahwa perkembangan yang di akui Lopetegui bukan sekadar penilaian di atas kertas.
Kini, tantangan John Herdman adalah mengubah potensi skuad Garuda menjadi kekuatan nyata. Jika mampu tampil konsisten dan memanfaatkan setiap peluang, Indonesia berpeluang kembali menghadirkan kejutan di panggung sepak bola Asia.




