Libur Sekolah Berujung Kekerasan, Video Dugaan Bullying Siswi SMP di Batang Hari Viral

Ilustrasi Foto
INDOSBERITA.ID.BATANG HARI – Kasus dugaan perundungan yang melibatkan pelajar kembali menyita perhatian masyarakat di Provinsi Jambi. Rekaman video yang memperlihatkan aksi kekerasan antarsiswi beredar luas di media sosial setelah akun Instagram @jambiviraljok mengunggahnya.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, aksi kekerasan terjadi di sebuah jalan tanah yang dikelilingi pepohonan. Seorang siswi mengenakan atasan gelap dan celana putih tampak tergeletak di atas tanah.
Seorang siswi lain yang mengenakan kaus hitam dan celana panjang bermotif kain etnik kemudian menghampiri korban. Ia menendang dan menginjak tubuh korban, termasuk bagian kepala, secara berulang kali. Korban tidak mampu melawan dan hanya bertahan sambil menahan rasa sakit.
Beberapa remaja lain berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Mereka hanya menyaksikan insiden tersebut tanpa berusaha menghentikan aksi kekerasan. Sebuah sepeda motor juga terlihat terparkir tidak jauh dari lokasi.
Berdasarkan informasi yang di sampaikan akun @jambiviraljok, insiden itu melibatkan pelajar dari dua sekolah di Kabupaten Batang Hari. Terduga pelaku merupakan siswi kelas VII SMP Negeri 16 Batang Hari, sedangkan korban tercatat sebagai siswi kelas VII SMP Negeri 30 Batang Hari.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan karena terjadi saat masa libur sekolah yang semestinya di manfaatkan untuk kegiatan positif dan bermanfaat.
Melalui unggahannya, akun @jambiviraljok mengecam aksi kekerasan tersebut.
“Sangat Di luar Nurul, masa masa liburan sekolah biasa’y di manfaatkan dengan kegiatan yang positif, kasus kali ini malah kebalikan’y,” tulis akun tersebut sambil menyertakan tagar #mirisduniapendidikan.Dikutip dari Tribunjambi
Hingga kini, video itu terus menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet meminta pihak sekolah bersama aparat penegak hukum segera menyelidiki peristiwa tersebut dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang.



