Konsumsi BBM Diprediksi Naik 12% Saat Mudik Lebaran

Antrean BBM di SPBU. (Beritasatu.com/Pepi Kurniawan)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan energi tetap terjaga selama periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan guna menjamin kelancaran distribusi, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas dan berdampak pada rantai pasok global.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan penambahan cadangan stok (build-up stock) untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama bulan Ramadan dan Lebaran.
Menurut proyeksi perseroan, arus mudik diperkirakan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026. Pada periode tersebut, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline diperkirakan meningkat hingga 12 persen dibandingkan hari normal. Permintaan LPG, avtur, dan minyak tanah juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
Baron menegaskan, kondisi stok energi nasional saat ini berada dalam posisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak selama masa libur panjang.
Di tengah ketegangan geopolitik yang berimbas pada distribusi minyak mentah global, Pertamina menyatakan telah menyiapkan sejumlah skema mitigasi. Strategi tersebut mencakup pola pengadaan reguler, alternatif pasokan, hingga skenario darurat guna menjaga ketahanan energi nasional.
Terkait isu pergeseran sumber impor, manajemen tidak secara rinci menyebut adanya penghentian pasokan dari kawasan tertentu. Namun, perusahaan memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk menjamin kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.




