Kasus DBD di Kerinci Tembus 33 Kasus, Kelembaban Tinggi Picu Lonjakan Nyamuk

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci,Hermizan
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kerinci masih terus ditemukan hingga awal tahun 2026. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, jumlah kasus sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai 33 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hermizan, mengungkapkan bahwa tingginya tingkat kelembaban menjadi salah satu faktor utama meningkatnya potensi penyebaran DBD di wilayah tersebut. Ia menjelaskan, kelembaban ideal yang dapat memicu berkembangnya nyamuk berada di atas 60 persen, sementara saat ini tingkat kelembaban di Kabupaten Kerinci mencapai sekitar 80 persen.
“Kondisi ini sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.Rabu 08 April 2026.
Meski demikian, Hermizan menambahkan bahwa jumlah kasus DBD tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 26 kasus DBD di Kabupaten Kerinci.
“Kami terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama menghindari genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.”
Sementara itu, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Langkah tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta imbauan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Masyarakat juga diharapkan aktif melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, guna menekan penyebaran DBD di Kabupaten Kerinci.




