Kanada Tolak Normalisasi dengan Iran Tanpa Perubahan Rezim

Kanada Tolak Normalisasi dengan Iran Tanpa Perubahan Rezim

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand. (Anadolu Agency)

INDOSBERITA.ID MUNICH – Pemerintah Kanada menegaskan belum akan memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran selama tidak ada perubahan mendasar dalam pemerintahan negara tersebut. Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan sikap tegas itu saat menghadiri Konferensi Keamanan Munich di Jerman.

Dalam wawancara dengan The Globe and Mail, Anand menegaskan bahwa Ottawa tidak melihat ruang untuk normalisasi hubungan tanpa adanya perubahan rezim di Teheran. Ia menilai pemerintah Iran terus melakukan pelanggaran hak asasi manusia secara sistematis dan tidak sejalan dengan hukum internasional maupun hukum humaniter internasional.

Selain pernyataan politik tersebut, Kanada juga mengumumkan sanksi baru terhadap tujuh individu yang disebut memiliki kaitan dengan institusi negara Iran. Mereka diduga terlibat dalam intimidasi dan tindakan represif lintas negara yang menyasar pembangkang serta aktivis hak asasi manusia.

Hubungan diplomatik Kanada dan Iran sendiri telah terputus sejak 2012, pada masa pemerintahan Perdana Menteri Stephen Harper. Sejak saat itu, Ottawa mempertahankan kebijakan sanksi dan pembatasan perdagangan, sekaligus menempuh jalur hukum internasional terkait insiden jatuhnya pesawat penumpang yang menewaskan sejumlah warga Kanada.

Di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat dilaporkan memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan tambahan kapal induk, kapal perusak, serta pesawat tempur dan pengintai.

Meski demikian, Anand tidak memberikan kepastian apakah Kanada akan mendukung kemungkinan langkah militer Washington terhadap Iran. Ia menegaskan fokus pemerintahannya saat ini tetap pada isu akuntabilitas dan perlindungan hak asasi manusia di kawasan.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *