Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab

Jet tempur EA-18G milik Amerika Serikat. (U.S Navy via AP)
INDOSBERITA.ID.WASHINGTON – Sebuah jet tempur Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menembak jatuh drone milik Iran pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat. Insiden terjadi setelah pesawat tanpa awak tersebut dinilai melakukan manuver agresif mendekati kapal induk AS, Abraham Lincoln, yang tengah beroperasi di perairan Laut Arab.
Juru bicara Komando Pusat militer AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan kapal induk tersebut berada sekitar 500 mil dari wilayah pantai selatan Iran ketika drone Shahed-139 bergerak mendekat dengan cara yang dianggap tidak wajar.
“Drone itu bermanuver secara tidak perlu ke arah kapal induk Abraham Lincoln,” ujar Hawkins, seperti dikutip dari laporan New York Times, Rabu (4/2/2026).
Tak hanya itu, Hawkins menyebut bahwa beberapa jam setelah insiden pertama, terjadi gangguan lain di kawasan Selat Hormuz. Dua kapal Iran bersama sebuah drone Mohajer dilaporkan mengintervensi kapal dagang berbendera Amerika Serikat yang sedang melintas secara legal di jalur pelayaran internasional.
Merespons situasi tersebut, kapal perusak rudal berpemandu AS yang berada di area langsung bergerak menghadapi kapal-kapal Korps Garda Revolusi Islam Iran. Sementara itu, Angkatan Udara AS memberikan perlindungan defensif dari udara hingga ketegangan dapat diredakan.
“Kapal tanker berbendera AS itu akhirnya dapat melanjutkan perjalanan dengan aman,” kata Hawkins.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Militer AS dilaporkan terus memperkuat kehadirannya di Timur Tengah guna mengantisipasi potensi eskalasi konflik dengan Iran.
Pada Januari 2026, Presiden AS Donald Trump sempat mengancam tindakan militer terhadap Iran menyusul penindasan keras pemerintah Iran terhadap gelombang demonstrasi antipemerintah yang pecah sejak akhir Desember 2025 di Teheran.
Meski protes mulai mereda, pemerintahan Trump kini fokus mendorong tercapainya kesepakatan baru terkait penghentian program nuklir Iran serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Houthi di Yaman.




